106 Peserta Ikuti Seleksi Substansi Bakal Calon Kepala Sekolah APBN 2026 di Jember, Dispendik Dorong Lahirnya Pemimpin Pendidikan Berkualitas
- 21 Juli 2026
- Dibaca 3 Kali
Bagikan Via:
106 Peserta Ikuti Seleksi Substansi Bakal Calon Kepala Sekolah APBN 2026 di Jember, Dispendik Dorong Lahirnya Pemimpin Pendidikan Berkualitas
Jember 21 Juli 2026 – Sebanyak 106 peserta dari empat kabupaten di wilayah Tapal Kuda mengikuti Seleksi Substansi Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS) APBN 2026 Provinsi Jawa Timur yang digelar secara Computer Based Test (CBT) pada Selasa (21/7/2026) di SMP Negeri 3 Jember. Kegiatan ini menjadi tahapan penting dalam proses penjaringan calon kepala sekolah yang kompeten dan berintegritas.
Seleksi substansi merupakan bagian dari rangkaian Pelatihan Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS) APBN 2026 yang diselenggarakan oleh Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK). Pelaksanaan seleksi dibagi berdasarkan wilayah atau region, dan Kabupaten Jember dipercaya menjadi tuan rumah untuk Region 1 yang meliputi Kabupaten Jember, Banyuwangi, Bondowoso, dan Situbondo.
Peserta yang mengikuti seleksi berasal dari berbagai daerah, yakni 36 peserta dari Kabupaten Jember, 50 peserta dari Kabupaten Banyuwangi, 3 peserta dari Cabang Dinas Bondowoso, 16 peserta dari Kabupaten Situbondo, serta 1 peserta dari Cabang Dinas Situbondo, sehingga total peserta mencapai 106 orang.
Pelaksanaan tes dibagi menjadi dua sesi agar berjalan tertib dan efektif. Sesi pertama berlangsung pukul 08.00 hingga 11.00 WIB, sedangkan sesi kedua dimulai pukul 13.00 hingga 16.00 WIB.
Seluruh peserta mengerjakan soal secara daring menggunakan sistem Computer Based Test (CBT) yang telah dipersiapkan sesuai standar BBGTK. Untuk memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai prosedur, kegiatan dipantau langsung oleh dua orang pengawas dari BBGTK yang hadir di lokasi. Mereka didukung oleh operator dari SMP Negeri 3 Jember serta tim teknis dari Dinas Pendidikan Kabupaten Jember.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jember, Arief Tjahyono, turut hadir meninjau langsung pelaksanaan seleksi. Ia menyampaikan bahwa proses seleksi ini menjadi langkah strategis dalam menyiapkan pemimpin sekolah yang mampu membawa perubahan positif di dunia pendidikan.
"Kepala sekolah memiliki peran yang sangat penting dalam menentukan arah dan kualitas pendidikan di satuan pendidikan. Karena itu, proses seleksi harus dilaksanakan secara objektif, transparan, dan profesional agar menghasilkan calon kepala sekolah yang benar-benar memiliki kompetensi, integritas, serta jiwa kepemimpinan yang kuat," ujar Arief Tjahyono.
Ia menambahkan bahwa Pemerintah Kabupaten Jember terus mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang pendidikan, termasuk melalui proses pembinaan dan seleksi calon kepala sekolah.
"Kami berharap seluruh peserta dapat menunjukkan kemampuan terbaiknya. Bukan sekadar lulus seleksi, tetapi benar-benar siap menjadi pemimpin pembelajaran yang mampu menciptakan inovasi, membangun budaya sekolah yang positif, serta meningkatkan mutu pendidikan di daerah masing-masing," tambahnya.
Sementara itu, Kabid Pembinaan Ketenagaan Dinas Pendidikan Kabupaten Jember, Tulus Wijayanto, menjelaskan bahwa pelaksanaan seleksi berjalan lancar berkat koordinasi yang baik antara BBGTK, Dinas Pendidikan, dan pihak sekolah penyelenggara.
"Seleksi substansi ini merupakan tahapan penting untuk mengukur kesiapan para bakal calon kepala sekolah, baik dari sisi kompetensi manajerial, kepemimpinan, maupun kemampuan mengambil keputusan. Seluruh proses dilakukan secara berbasis komputer sehingga lebih objektif dan akuntabel," jelas Tulus.
Ia berharap peserta yang lolos nantinya mampu menjadi pemimpin pendidikan yang adaptif terhadap perubahan dan mampu menjawab tantangan dunia pendidikan ke depan.
"Kami berharap dari proses ini lahir kepala sekolah yang tidak hanya unggul dalam administrasi, tetapi juga mampu menjadi motor penggerak transformasi pendidikan, membangun kolaborasi dengan guru, orang tua, serta masyarakat demi terciptanya layanan pendidikan yang berkualitas," imbuhnya.
Di lokasi yang sama, pembina utama muda bidang GTK Dispendik Kabupaten Jember, Rahayuningsih, juga memberikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah mempersiapkan diri mengikuti seleksi.
"Menjadi kepala sekolah bukan hanya soal jabatan, tetapi merupakan amanah besar untuk memimpin, menginspirasi, dan memberikan pelayanan pendidikan terbaik kepada peserta didik. Karena itu kami berharap seluruh peserta mengikuti setiap tahapan dengan sungguh-sungguh dan penuh integritas," tuturnya.
Menurutnya, proses seleksi yang dilaksanakan secara ketat menjadi upaya memastikan bahwa calon kepala sekolah benar-benar memenuhi standar kompetensi nasional.
Selama pelaksanaan tes, suasana berlangsung tertib dan kondusif. Para peserta tampak serius mengerjakan soal sesuai waktu yang telah ditentukan. Tim pengawas BBGTK secara berkala melakukan monitoring terhadap jalannya seleksi, sementara operator memastikan seluruh perangkat komputer dan jaringan internet berfungsi dengan baik sehingga tidak mengganggu proses ujian.
SMP Negeri 3 Jember sebagai lokasi pelaksanaan juga telah menyiapkan berbagai fasilitas pendukung, mulai dari ruang laboratorium komputer, jaringan internet yang stabil, hingga tenaga teknis yang siap membantu apabila terjadi kendala selama pelaksanaan CBT.
Pelaksanaan Seleksi Substansi BCKS APBN 2026 ini diharapkan menjadi awal lahirnya kepala-kepala sekolah yang memiliki visi kepemimpinan kuat, berorientasi pada peningkatan mutu pembelajaran, serta mampu mengimplementasikan kebijakan pendidikan secara efektif di sekolah masing-masing.
Melalui seleksi yang objektif dan profesional, pemerintah berharap kualitas kepemimpinan sekolah terus meningkat sehingga berdampak pada peningkatan mutu pendidikan, penguatan karakter peserta didik, serta terciptanya ekosistem pendidikan yang semakin maju, inovatif, dan berdaya saing di Kabupaten Jember maupun wilayah Jawa Timur. (HZ)