Puskesmas Mangli Perkuat Program Home Care, Enam Kelompok Jadi Sasaran Utama Pelayanan
- 08 Agustus 2026
- Dibaca 24 Kali
Bagikan Via:
Puskesmas Mangli Perkuat Program Home Care, Enam Kelompok Jadi Sasaran Utama Pelayanan
JEMBER, 08 AGUSTUS 2026 – UPTD Puskesmas Mangli terus memperkuat pelayanan kesehatan berbasis masyarakat melalui program Home Care. Program ini menjadi salah satu upaya mendekatkan pelayanan kesehatan kepada warga yang memiliki keterbatasan dalam mengakses fasilitas kesehatan, dengan memberikan pelayanan langsung ke rumah sesuai kebutuhan dan kondisi sasaran.
Kepala UPTD Puskesmas Mangli, dr. Vivi Agus Setya Ningrum, menjelaskan bahwa pelaksanaan Home Care diarahkan kepada kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian dan pendampingan lebih intensif. Terdapat sejumlah sasaran utama yang menjadi prioritas dalam pelaksanaannya.
“Home Care kami prioritaskan bagi masyarakat yang memang membutuhkan pelayanan dan pendampingan kesehatan secara langsung di rumah. Ada beberapa sasaran yang menjadi perhatian utama, sehingga pelayanan dapat diberikan secara lebih tepat dan sesuai kondisi masing-masing,” jelas Vivi, Sabtu 08 Agustus 2026.
Sasaran pertama adalah lansia yang tinggal seorang diri dalam satu kartu keluarga (KK) dan berada dalam kondisi tidak mampu. Kelompok ini membutuhkan perhatian karena keterbatasan fisik maupun dukungan keluarga dapat menjadi kendala dalam memperoleh pelayanan kesehatan.
Kedua, masyarakat yang memiliki penyakit menahun atau kronis. Melalui kunjungan rumah, petugas dapat membantu memantau kondisi kesehatan, memberikan edukasi, memastikan kepatuhan terhadap pengobatan, serta mendorong keluarga turut berperan dalam perawatan.
Sasaran ketiga adalah ibu hamil dengan risiko tinggi. Pendampingan dilakukan sebagai bagian dari upaya deteksi dini dan pencegahan komplikasi, sehingga kondisi ibu maupun janin dapat dipantau dan apabila ditemukan masalah, dapat segera mendapatkan penanganan sesuai prosedur.
Selanjutnya, balita juga menjadi perhatian dalam program Home Care, terutama bagi anak yang membutuhkan pemantauan tumbuh kembang, status gizi, maupun pendampingan kesehatan lainnya. Pelayanan ini diharapkan dapat memperkuat peran orang tua dalam menjaga kesehatan dan tumbuh kembang anak.
Sasaran berikutnya adalah penyandang disabilitas. Keterbatasan mobilitas maupun kondisi tertentu dapat menjadi hambatan untuk datang langsung ke fasilitas kesehatan. Karena itu, pelayanan yang mendekat kepada masyarakat menjadi bagian penting dalam mewujudkan akses kesehatan yang lebih inklusif.
Selain lima kelompok tersebut, tokoh agama juga dilibatkan sebagai bagian dari penguatan pendekatan kepada masyarakat. Menurut dr. Vivi, tokoh agama memiliki posisi strategis dalam menyampaikan pesan-pesan positif mengenai kesehatan karena memiliki kedekatan dan pengaruh di lingkungan masyarakat.
“Kami juga menggandeng tokoh agama karena pendekatan kepada masyarakat tidak hanya dilakukan melalui pelayanan kesehatan, tetapi juga melalui komunikasi dan edukasi. Harapannya, pesan kesehatan dapat lebih mudah diterima dan diterapkan oleh masyarakat,” tambahnya.
Melalui program Home Care, Puskesmas Mangli berupaya menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih dekat, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Kolaborasi antara tenaga kesehatan, keluarga, kader, pemerintah wilayah, serta tokoh masyarakat menjadi kunci agar sasaran yang membutuhkan dapat terpantau secara berkelanjutan. (as)