117 KK di Pondokrejo Jember Terdampak Kekeringan, Warga Harus Tempuh 2 Kilometer Cari Air
- 02 Oktober 2026
- Dibaca 11 Kali
Bagikan Via:
117 KK di Pondokrejo Jember Terdampak Kekeringan, Warga Harus Tempuh 2 Kilometer Cari Air
JEMBER, 02 OKTOBER 2026 – Sebanyak 117 kepala keluarga (KK) di Dusun Sumberjo, Desa Pondokrejo, Kecamatan Tempurejo, Kabupaten Jember, Jawa Timur, terdampak kekeringan. Warga di tiga wilayah RT harus mencari air hingga sejauh 2 kilometer untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember melakukan asesmen ke lokasi pada Jumat, 02 Oktober 2026. Asesmen dilakukan setelah BPBD menerima surat permohonan bantuan air bersih dari Pemerintah Desa Pondokrejo.
Anggota TRC BPBD Kabupaten Jember, M. Asrio Putra, mengatakan kebutuhan air bersih warga tersebar di tiga wilayah RT. Rinciannya, sebanyak 45 KK berada di RT 02/RW 05, 50 KK di RT 03/RW 05, dan 22 KK di RT 03/RW 04.
"Total ada 117 KK yang membutuhkan bantuan air bersih. Kondisi kekeringan ini kembali terjadi setiap musim kemarau," kata Putra berdasarkan hasil asesmen di lapangan.
Menurut dia, kekeringan di wilayah tersebut telah terjadi sejak 2023 setiap memasuki musim kemarau. Kondisi itu dipengaruhi berkurangnya debit sumber mata air yang menjadi sumber jaringan pipanisasi Himpunan Penduduk Pemakai Air Minum (HIPAM).
"Sumber air HIPAM berasal dari kawasan gunung. Saat musim kemarau, debitnya mengecil bahkan mengalami kekeringan. Sumur-sumur warga juga sudah mengering," ujarnya.
Akibat kondisi tersebut, warga harus mencari sumber air lain untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Untuk mendapatkan air, sebagian warga bahkan harus menempuh perjalanan sekitar 2 kilometer menuju kawasan Dam Golf.
Dalam asesmen tersebut, TRC BPBD Jember bersama perangkat desa serta RT/RW mengecek kondisi wilayah terdampak, sumber mata air, sekaligus melakukan koordinasi dan dokumentasi.
BPBD Jember mencatat saat ini telah tersedia dua tandon air milik BPBD di lokasi terdampak. Namun, kebutuhan air warga masih belum sepenuhnya terpenuhi.
Berdasarkan hasil asesmen, BPBD Jember merekomendasikan penambahan tiga tandon berkapasitas masing-masing 1.200 liter. Selain itu, distribusi air bersih direkomendasikan dilakukan setiap dua hari sekali dengan kapasitas sekitar 5.000 liter.
Putra menambahkan, asesmen dilakukan mulai pukul 11.00 WIB. Setelah berkoordinasi dengan perangkat desa, tim bersama RT/RW meninjau titik kekeringan dan sumber air hingga asesmen selesai sekitar pukul 16.00 WIB.
"Untuk kebutuhan sehari-hari, warga saat ini masih pergi ke sungai dengan jarak sekitar 2 kilometer untuk mendapatkan air," katanya.
Dalam kegiatan tersebut, BPBD Jember melibatkan perangkat Desa Pondokrejo, RT/RW, dan warga setempat. Tidak ada kendala selama proses asesmen berlangsung. (tgh)