120 KK di Kaliwining Jember Kesulitan Air Bersih, BPBD Rekomendasikan Distribusi Tiap 4 Hari
- 21 Oktober 2026
- Dibaca 115 Kali
Bagikan Via:
120 KK di Kaliwining Jember Kesulitan Air Bersih, BPBD Rekomendasikan Distribusi Tiap 4 Hari
JEMBER, 21 OKTOBER 2026 – Kekeringan mulai berdampak pada ketersediaan air bersih bagi warga Dusun Bedadung, Desa Kaliwining, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Sebanyak 120 kepala keluarga (KK) di wilayah tersebut kini mengalami kesulitan memperoleh air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Kondisi itu terjadi setelah debit air sumur warga terus menurun sejak akhir Juli 2026. Sejumlah sumur bahkan mulai mengering dan air yang masih tersedia dilaporkan berbau kurang sedap.
Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) BPBD Kabupaten Jember bersama perangkat desa dan relawan melakukan penanganan sekaligus pendampingan distribusi bantuan air bersih pada Rabu, 21 Oktober 2026.
Septa Tri Satya Budi, anggota TRC-PB BPBD Kabupaten Jember, mengatakan distribusi air dilakukan untuk membantu warga yang terdampak kekeringan, khususnya di RW 13 dan RW 14.
“Warga mulai kesulitan mendapatkan air bersih karena kondisi sumur menurun. Sebagian sumur bahkan sudah mengering dan air yang tersisa mulai berbau,” kata Septa.
Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 5.000 liter air bersih didistribusikan dan ditampung pada tandon BPBD yang tersedia di lokasi. TRC-PB juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai kondisi kekeringan serta berkoordinasi dengan unsur terkait untuk penanganan berikutnya.
Berdasarkan pendataan, dampak kekeringan paling banyak terjadi di RW 13. Di RT 07 terdapat sekitar 40 KK terdampak dari 75 KK, RT 08 sebanyak 20 KK dari 70 KK, dan RT 09 sebanyak 40 KK dari 65 KK.
Sementara di RT 11 RW 14, sekitar 20 KK dari 50 KK turut terdampak. Dengan demikian, total warga yang membutuhkan dukungan air bersih mencapai 120 KK.
Septa menjelaskan, wilayah RW 13 belum memiliki jaringan pipanisasi sehingga sebagian besar warga masih mengandalkan sumur. Ketika sumur mulai mengering, warga harus mengambil air dari sumur bor terdekat yang berjarak sekitar satu kilometer.
Untuk kebutuhan mandi, sebagian warga juga memanfaatkan Sungai Bedadung. Namun, kondisi air sungai dilaporkan keruh dan debitnya mulai berkurang akibat musim kemarau yang berkepanjangan.
“Untuk sementara warga masih berupaya memenuhi kebutuhan air dari sumber terdekat. Namun, dengan kondisi sumur yang semakin menurun, bantuan distribusi air bersih perlu dilakukan secara berkala,” ujarnya.
BPBD Jember merekomendasikan distribusi air bersih sebanyak 5.000 liter setiap empat hari sekali. Di lokasi saat ini tersedia tiga tandon milik BPBD dan satu tandon hibah BPBD yang berada di rumah kepala dusun.
Sementara itu, kondisi di RT 05 dan RT 06 masih relatif aman karena jaringan PDAM telah tersedia. Penanganan lebih lanjut juga akan dikoordinasikan dengan dinas terkait, terutama untuk mencari solusi pascakejadian agar warga tidak terus bergantung pada distribusi air bersih.
Kegiatan distribusi kali ini dilaksanakan berdasarkan Surat Keputusan Bupati Jember Nomor 100.3.3.2/206/1.12/2026 tentang Status Siaga Darurat Bencana Kekeringan, Kebakaran Hutan dan Lahan Kabupaten Jember Tahun 2026.
TRC-PB BPBD Jember tiba di lokasi sekitar pukul 15.30 WIB untuk melakukan koordinasi dan pendampingan distribusi air. Penanganan selesai sekitar pukul 16.00 WIB.
Septa mengatakan BPBD bersama perangkat desa dan unsur terkait akan terus memantau perkembangan kondisi sumber air warga. Langkah tersebut diperlukan untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama dampak kekeringan masih berlangsung. (tgh)