142 KK di Bintoro Jember Masih Krisis Air, BPBD Kembali Salurkan 5.000 Liter
- 25 September 2026
- Dibaca 15 Kali
Bagikan Via:
142 KK di Bintoro Jember Masih Krisis Air, BPBD Kembali Salurkan 5.000 Liter
JEMBER, 25 SEPTEMBER 2026 – Krisis air bersih akibat kekeringan masih dirasakan warga Lingkungan Plalangan, Kelurahan Bintoro, Kecamatan Patrang, Jember. Sebanyak 142 kepala keluarga (KK) di RT 01/RW 11 dan RT 03/RW 10 masih membutuhkan pasokan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Kondisi tersebut membuat distribusi air bersih terus dilakukan secara berkala. Pada Kamis 24 September 2026, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Jember kembali menyalurkan bantuan air bersih sebanyak 5.000 liter ke wilayah terdampak.
Dari total 142 KK tersebut, sebanyak 110 KK berada di RT 01/RW 11, sedangkan 32 KK lainnya berada di RT 03/RW 10. Kebutuhan air bersih di dua wilayah tersebut sebelumnya telah menjadi perhatian setelah dilakukan asesmen oleh TRC BPBD pada 31 Agustus 2026.
Penyaluran air dilakukan sebagai tindak lanjut permohonan Kelurahan Bintoro tentang permohonan bantuan air bersih bagi warga terdampak kekeringan.
TRC BPBD Jember, Iqbal Fathoni mengatakan, distribusi dilakukan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar warga yang masih terdampak kekeringan.
“Distribusi air bersih dilakukan untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat yang terdampak kekeringan. Karena kebutuhan masih berlangsung, pasokan perlu dilakukan secara berkala sesuai kondisi di lapangan,” ujar Iqbal.
Tim BPBD bergerak menuju lokasi sekitar pukul 13.00 WIB dan tiba setengah jam kemudian. Petugas kemudian berkoordinasi dengan RT/RW sebelum mendistribusikan air kepada warga terdampak serta mengisi tandon yang telah tersedia.
Di lokasi telah tersedia empat unit tandon milik BPBD dengan kapasitas masing-masing 1.200 liter. Keberadaan tandon tersebut menjadi sarana penampungan agar air yang didistribusikan dapat dimanfaatkan secara lebih teratur oleh masyarakat.
Dengan distribusi terbaru, bantuan air bersih yang telah disalurkan di wilayah tersebut hingga 24 September 2026 tercatat mencapai 45.000 liter.
Meski demikian, kebutuhan air bersih warga belum sepenuhnya teratasi. BPBD merekomendasikan agar distribusi kembali dilakukan setiap dua hari sekali untuk menjaga ketersediaan air bagi masyarakat selama dampak kekeringan masih berlangsung.
Kegiatan berlangsung aman dan kondusif tanpa kendala. Selain BPBD Jember, proses penyaluran melibatkan RT/RW dan masyarakat setempat.
Menurut Iqbal, distribusi berkala tetap diperlukan karena kondisi kekeringan membuat kebutuhan air masyarakat meningkat, sementara sumber air yang tersedia belum mampu memenuhi kebutuhan seluruh warga terdampak.
Penanganan kekeringan di Plalangan menjadi bagian dari upaya BPBD Jember dalam memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi. Distribusi air menjadi langkah penanganan langsung, sementara pemantauan kondisi warga terdampak terus dilakukan berdasarkan perkembangan di lapangan.
Hingga kegiatan berakhir sekitar pukul 15.00 WIB, seluruh proses distribusi berjalan lancar. Air yang disalurkan diharapkan dapat membantu 142 KK terdampak memenuhi kebutuhan sehari-hari di tengah kondisi kekeringan yang masih berlangsung. (bob)