logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana

Apel Siswa Bunga Desaku di Sumberbaru Perkuat Edukasi dan Deteksi Dini Kesehatan Remaja

  • 10 Agustus 2026
  • Dibaca 17 Kali
Bagikan Via:
apel-siswa-bunga-desaku-di-sumberbaru-perkuat-edukasi-dan-deteksi-dini-kesehatan-remaja-20260811

Apel Siswa Bunga Desaku di Sumberbaru Perkuat Edukasi dan Deteksi Dini Kesehatan Remaja

JEMBER, 10 AGUSTUS 2026 – Upaya membangun kesadaran dan perilaku hidup sehat sejak usia remaja menjadi fokus dalam rangkaian Bunga Desaku melalui Apel Siswa di SMPN 1 Sumberbaru pada Minggu, 9 Agustus 2026. Kegiatan ini menjadi sarana edukasi kesehatan secara massal sekaligus memperkuat upaya deteksi dini kondisi kesehatan pelajar.

Apel siswa yang berlangsung diikuti sekitar 1.000 pelajar dari empat sekolah, yakni 426 siswa SMPN 1 Sumberbaru, 116 siswa SMPN 2 Sumberbaru, 390 siswa MTsN 8 Sumberbaru, dan 68 siswa SMP Mambaul Huda.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan PPKB Kabupaten Jember, dr. Gini Wuryandari, M.Kes., mengatakan kegiatan apel siswa dirancang sebagai momentum untuk membangun kesadaran kesehatan remaja secara terstruktur dan berkelanjutan.

“Tujuan utama kegiatan apel siswa dalam rangka peningkatan kesehatan remaja adalah membangun kesadaran dan perilaku hidup sehat secara massal, terstruktur, dan berkelanjutan sejak usia remaja. Melalui kegiatan ini, sekolah bersama stakeholder terkait dapat memperkuat edukasi kesehatan, melakukan intervensi, sekaligus mendeteksi dan memantau kondisi kesehatan remaja secara lebih efektif,” ujar dr. Gini Wuryandari, M.Kes., Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan PPKB Kabupaten Jember.

Beragam materi disampaikan dalam kegiatan tersebut, mulai dari edukasi gizi, pentingnya sarapan dan penerapan pedoman gizi seimbang, hingga kesehatan reproduksi. Para pelajar juga mendapatkan pemahaman mengenai perubahan fisik pada masa pubertas serta pentingnya menjaga kebersihan organ reproduksi.

Edukasi turut diarahkan pada pencegahan perilaku berisiko yang dapat berdampak terhadap kesehatan remaja. Pembentukan karakter positif juga menjadi bagian dari kegiatan melalui penanaman nilai kedisiplinan, ketertiban, dan tanggung jawab yang berkaitan dengan kesehatan mental dan sosial pelajar.

Selain edukasi, kegiatan menjadi ruang untuk memperkuat deteksi dini dan koordinasi layanan kesehatan. Skrining kondisi siswa dapat membantu guru maupun Kader Kesehatan Remaja (KKR) mengenali lebih awal apabila terdapat pelajar yang mengalami gangguan kesehatan, sehingga dapat dilakukan pemantauan dan tindak lanjut sesuai kebutuhan.

Kegiatan tersebut juga menunjukkan pentingnya kolaborasi antara sekolah dan stakeholder terkait dalam menghadirkan edukasi kesehatan secara masif kepada remaja. Pendekatan ini diharapkan tidak berhenti pada penyampaian informasi, tetapi mendorong terbentuknya perilaku hidup sehat yang diterapkan dalam keseharian.

Program Bunga Desaku melalui Apel Siswa diyakini menjadi investasi jangka panjang dalam membangun generasi Jember yang sehat, berkarakter, dan mampu berkembang secara optimal. (ken)

Galeri Foto