logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Pakusari

Waspada PMK, Dokter Hewan di Jember Ingatkan Pentingnya Vaksinasi dan Penanganan Tepat

  • 28 Maret 2026
  • Dibaca 181 Kali
Bagikan Via:
waspada-pmk-dokter-hewan-di-jember-ingatkan-pentingnya-vaksinasi-dan-penanganan-tepat-20260329

Waspada PMK, Dokter Hewan di Jember Ingatkan Pentingnya Vaksinasi dan Penanganan Tepat

JEMBER, 28 MARET 2026 - Praktisi kesehatan hewan Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Mayang, drh. Masy Ariel Huda, mengingatkan peternak untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi signifikan.

Dalam upaya menjaga kesehatan populasi ternak, drh. Masy Ariel Huda menegaskan bahwa kombinasi langkah preventif yang disiplin serta penanganan klinis yang tepat menjadi kunci utama menekan dampak wabah.

Ia menjelaskan, penguatan sistem imun ternak melalui program vaksinasi merupakan langkah paling krusial yang harus dilakukan peternak. Vaksinasi, kata dia, bukan sekadar pelengkap, melainkan benteng utama untuk memutus rantai penularan virus yang sangat cepat menyebar, terutama di lingkungan kandang yang tidak terproteksi.

“Untuk menghindari PMK pada ternak, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah vaksinasi. Ini penting agar hewan tidak terinfeksi penyakit mulut dan kuku,” ujar Masy Ariel Huda, Sabtu 28 Maret 2026.

Hal itu disampaikan ketika melakukan peninjauan ke sejumlah kandang ternak milik warga di Desa Jatian, Kecamatan Pakusari, guna memantau kondisi kesehatan hewan sekaligus memberikan edukasi mengenai ciri-ciri klinis PMK. Peninjauan itu dilakukan bersama Pemerintah Kecamatan Pakusari dan Pemdes Jatian.

Namun demikian, apabila ternak telah menunjukkan gejala klinis atau terkonfirmasi terinfeksi, peternak diminta segera melakukan penanganan berupa terapi suportif (supportive treatment). Langkah ini difokuskan pada pemulihan kondisi fisik hewan agar mampu melewati fase kritis infeksi.

Menurut dia, terapi suportif dilakukan melalui pemberian vitamin, mineral, serta pakan bergizi guna meningkatkan daya tahan tubuh ternak.

“Ketika ternak telah terinfeksi, perlu dilakukan terapi suportif, yakni pemberian vitamin, mineral, dan pakan yang bergizi,” katanya.

Selain aspek medis, Masy Ariel Huda juga menekankan pentingnya koordinasi antara peternak dengan otoritas setempat. Setiap temuan kasus harus segera dilaporkan agar dapat ditangani sesuai prosedur oleh tenaga kesehatan hewan.

Ia meminta peternak segera menginformasikan kepada perangkat desa maupun Puskeswan terdekat apabila menemukan indikasi PMK pada ternak.

Langkah pelaporan tersebut dinilai semakin mudah mengingat ketersediaan fasilitas layanan kesehatan hewan di Kabupaten Jember yang cukup memadai. Saat ini, terdapat 12 unit Puskeswan yang tersebar di berbagai wilayah dan siap memberikan layanan medis serta pendampingan kepada peternak.

Sinergi antara peternak, perangkat desa, dan tenaga medis diharapkan mampu menjaga kondisi peternakan di Jember tetap terkendali serta mencegah meluasnya penyebaran PMK. (zal)

Galeri Foto