logo ppid jember kim
Oleh : Badan Penanggulangan Bencana Daerah

Sinergi BPBD Jember dan FISIP Unej, Cetak Mahasiswa Sosiologi Jadi Agen Tangguh Bencana

  • 26 Juni 2026
  • Dibaca 30 Kali
Bagikan Via:
sinergi-bpbd-jember-dan-fisip-unej-cetak-mahasiswa-sosiologi-jadi-agen-tangguh-bencana-20260627

Sinergi BPBD Jember dan FISIP Unej, Cetak Mahasiswa Sosiologi Jadi Agen Tangguh Bencana

JEMBER, 26 JUNI 2026 – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember memperkuat kolaborasi strategis dengan dunia akademik guna membangun budaya sadar bencana sejak dini. Langkah ini diwujudkan melalui penerimaan kunjungan edukatif 50 mahasiswa Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Jember dalam kegiatan Sociology Exploration Visit (SEV) di Posko Relawan Penanggulangan Bencana BPBD Jember, Jumat 26 Juni 2026.

Program pembelajaran lapangan ini dirancang agar mahasiswa dapat memahami langsung peran nyata BPBD dalam penanggulangan bencana, sekaligus mengkaji dampak sosial yang ditimbulkan terhadap masyarakat.

Acara yang dimulai pukul 08.00 WIB ini dibuka dengan serangkaian sambutan dari Ketua Panitia, Dinda; Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Sosiologi, Karisma Eris; Dosen Pembina, Dr. Rosnida Sari, S.Ag., M.Si., Ph.D.; serta Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Jember, Maryani, S.Kom., M.M.

Memasuki sesi utama, para peserta dibekali materi komprehensif mengenai pengenalan tugas dan fungsi lembaga kebencanaan oleh Rizal Purnama. Pemaparan ini memberikan gambaran utuh mengenai sistem penanggulangan bencana yang terintegrasi, mulai dari tahap pencegahan, kesiapsiagaan, tanggap darurat, hingga rehabilitasi dan rekonstruksi.

Selanjutnya, Parmuji memaparkan materi krusial mengenai strategi pengurangan risiko bencana berbasis partisipasi masyarakat melalui komunitas relawan dan Desa Tangguh Bencana (Destana). Dalam sesi ini, mahasiswa diajak memahami bahwa keberhasilan mitigasi tidak hanya bertumpu pada pemerintah, tetapi juga menuntut keterlibatan aktif masyarakat sebagai garda terdepan dalam membangun ketangguhan wilayah.

Tidak hanya mendapatkan teori di dalam ruangan, para peserta juga diajak melakukan observasi langsung ke sejumlah fasilitas vital milik BPBD Kabupaten Jember. Di Pos Gudang Peralatan, Didi Teguh menjelaskan secara mendetail berbagai perlengkapan penanggulangan bencana beserta fungsi dan prosedur taktis penggunaannya saat operasi di lapangan.

Kunjungan kemudian berlanjut ke Gudang Logistik yang dipandu oleh M.A. Farued dan Nanang Ahmad. Pada sesi ini, mahasiswa diperkenalkan pada sistem tata kelola logistik kebencanaan yang akuntabel, mulai dari proses penyimpanan, pendataan, hingga mekanisme distribusi bantuan yang cepat dan tepat sasaran kepada masyarakat terdampak.

Sepanjang kegiatan, antusiasme tinggi terpancar dari para peserta yang aktif berdiskusi dan mengikuti praktik lapangan. Interaksi dinamis ini menunjukkan besarnya kepedulian generasi muda terhadap isu kebencanaan dari perspektif sosial kemasyarakatan.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Jember, Maryani, S.Kom., M.M., menegaskan bahwa kolaborasi dengan perguruan tinggi merupakan langkah taktis dan strategis untuk menyebarluaskan edukasi kebencanaan.

“Penanggulangan bencana tidak hanya berbicara mengenai respons saat peristiwa terjadi, melainkan bagaimana membangun kesiapsiagaan masyarakat sejak dini. Mahasiswa memiliki peran sentral sebagai agen perubahan (agent of change) yang mampu menjembatani edukasi kebencanaan ke masyarakat melalui pendekatan akademik maupun sosial,” ujar Maryani.

Ia menambahkan, pemahaman mengenai dampak sosial pascabencana sama pentingnya dengan penanganan teknis di lapangan. Oleh karena itu, keterlibatan mahasiswa Sosiologi diharapkan dapat memperkuat kajian sosial dalam proses mitigasi hingga pemulihan trauma komunitas.

Melalui agenda SEV ini, BPBD Kabupaten Jember berkomitmen menjaga sinergi berkelanjutan dengan institusi pendidikan. Edukasi ini diharapkan tidak sekadar memperluas cakrawala berpikir mahasiswa, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang demi mewujudkan masyarakat Jember yang tangguh, adaptif, dan responsif terhadap risiko bencana.

Galeri Foto