Harmoni dari Jantung Kaliwates, Bupati Fawait Perkuat Fondasi Kebinekaan di SMAK Santo Paulus
- 28 Maret 2026
- Dibaca 165 Kali
Bagikan Via:
Harmoni dari Jantung Kaliwates, Bupati Fawait Perkuat Fondasi Kebinekaan di SMAK Santo Paulus
JEMBER, 28 MARET 2026 - Meneguhkan semangat toleransi dari jantung Kecamatan Kaliwates, Bupati Jember Muhammad Fawait menghadiri Sarasehan Kebinekaan yang digelar di aula SMAK Santo Paulus Jember, Jalan Trunojoyo 22C, Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Kaliwates, Sabtu 28 Maret 2026.
Mengusung tema "Bhinneka Tunggal Ika: Fondasi Kerukunan dalam Keberagaman", acara ini menjadi bukti bahwa keberagaman adalah kekuatan utama bagi kemajuan Kabupaten Jember.
Dalam arahannya di hadapan ratusan siswa dan tokoh masyarakat, Bupati yang akrab disapa Gus Fawait ini menekankan bahwa identitas sebagai warga Jember harus melampaui sekat-sekat perbedaan.
"Boleh berbeda suku, budaya, maupun agama, tetapi kita adalah satu kesatuan sebagai warga Jember dan warga Negara Kesatuan Republik Indonesia," tegas Bupati di tengah antusiasme peserta.
Lokasi SMAK Santo Paulus yang strategis di wilayah Kecamatan Kaliwates menjadikan sekolah ini salah satu pusat persemaian nilai-nilai inklusivitas di perkotaan.
Mewakili Camat Kaliwates, Sekretaris Camat (Sekcam) Sujirman turut memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif institusi pendidikan di wilayahnya dalam merajut harmoni antarumat beragama.
"Kami sangat mengapresiasi SMAK Santo Paulus. Penyelenggaraan acara sebesar ini menunjukkan bahwa Kaliwates adalah wilayah yang kondusif bagi tumbuhnya toleransi. Selamat kepada panitia atas kesuksesan sarasehan ini," ujar Sujirman.
Sementara itu, Kepala SMAK Santo Paulus Jember, Nuryatmaja Gora Pawana, menegaskan bahwa sekolah memiliki tanggung jawab moral untuk merawat keberagaman Jember. Menurutnya, perbedaan bukan sekadar realitas sosiologis, melainkan aset bangsa.
"Indonesia diciptakan berbeda-beda, terdiri dari berbagai suku, ras, dan agama. Namun, yang membuat kita besar adalah kesediaan untuk saling menghargai perbedaan tersebut. Kami berharap siswa kami menjadi agen perubahan yang membawa nilai kebinekaan ke tengah masyarakat," pungkas Nuryatmaja.
Sarasehan ini tidak hanya diikuti oleh warga lokal Kaliwates, tetapi juga merangkul peserta dari wilayah lain, seperti Salju Akinatun A.R.S., santri dari Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Kecamatan Silo. Kehadiran santri di sekolah Katolik ini menciptakan pemandangan yang menyejukkan.
"Acaranya seru! Di sini sangat mengutamakan kedisiplinan, kebersihan, dan yang terpenting adalah praktik nyata menghargai kebinekaan," ungkap Salju saat memberikan testimoninya.
Selain diskusi yang menghadirkan narasumber dari Lembaga Masyarakat Adat Jember dan tokoh agama, acara juga dimeriahkan dengan gelar seni budaya yang menampilkan ragam tradisi Nusantara, mempertegas pesan bahwa dalam perbedaan, Jember tetap satu jua. (fik)