Petani Jember Didorong Manfaatkan Si Fortuna untuk Antisipasi Serangan Hama Sejak Dini
- 15 Juli 2026
- Dibaca 49 Kali
Bagikan Via:
Petani Jember Didorong Manfaatkan Si Fortuna untuk Antisipasi Serangan Hama Sejak Dini
JEMBER, 15 JULI 2026 - Upaya melindungi hasil panen kini memasuki babak baru. Petani tidak lagi sekadar merespons saat hama menyerang, melainkan didorong untuk melakukan langkah antisipasi sejak dini berbasis teknologi.
Strategi ini diperkenalkan melalui aplikasi "Si Fortuna" dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengamatan dan Peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan (P3OPT) di Gapoktan Jaya Abadi, Desa Cakru, Kecamatan Kencong, Selasa 14 Juli 2026.
Kegiatan yang diinisiasi oleh Balai Besar Peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan (BBPOPT) Kementerian Pertanian ini mempertemukan para penyuluh pertanian, petugas Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Jember, serta kelompok tani setempat.
Edukasi difokuskan pada pengelolaan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) tanaman pangan, khususnya padi, dengan menggunakan pendekatan Pengendalian Hama Terpadu (PHT).
Kepala Bidang Tanaman Pangan DTPHP Kabupaten Jember, Luhur Prayogo, S.P., M.P., menjelaskan bahwa agenda ini merupakan respons cepat terhadap meningkatnya serangan OPT di sejumlah wilayah. Melalui pembekalan ini, petani diharapkan memiliki kecakapan dalam mengambil tindakan preventif sebelum hama merusak komoditas mereka.
"Konsep yang kami tanamkan adalah pengendalian yang efektif, efisien, dan ramah lingkungan," ujar Luhur menekankan prinsip utama PHT dalam bimtek tersebut.
Selain penguatan teori di lapangan, para peserta juga dilatih menggunakan aplikasi Si Fortuna. Platform digital ini menyajikan peta persebaran OPT secara real-time mulai dari tingkat kabupaten, provinsi, hingga nasional. Lebih dari itu, Si Fortuna menyediakan informasi prakiraan perkembangan OPT, sehingga petani dapat memetakan potensi risiko dan menyiapkan langkah mitigasi lebih awal.
Melalui sinergi antara DTPHP Kabupaten Jember dan para penyuluh, pemanfaatan teknologi digital ini diharapkan mampu mendongkrak sekaligus menjaga stabilitas produktivitas pangan. Pendekatan modern ini tidak hanya membuat pengendalian hama menjadi lebih tepat sasaran, tetapi juga menekan ketergantungan pada pestisida kimia demi mewujudkan pertanian yang lebih berkelanjutan di Kabupaten Jember. (fan)