logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Sumbersari

40 KK di Tegalgede Terdampak Kekeringan, Kelurahan Kawal Penyaluran Air Bersih dari BPBD Jember

  • 04 September 2026
  • Dibaca 38 Kali
Bagikan Via:
40-kk-di-tegalgede-terdampak-kekeringan-kelurahan-kawal-penyaluran-air-bersih-dari-bpbd-jember-20260904

40 KK di Tegalgede Terdampak Kekeringan, Kelurahan Kawal Penyaluran Air Bersih dari BPBD Jember

JEMBER, 04 SEPTEMBER 2026 - Kekeringan mulai memukul warga Kelurahan Tegalgede, Kecamatan Sumbersari. Sebanyak 40 kepala keluarga (KK) di RT 04/RW 07 kini menghadapi kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih setelah sejumlah sumur warga mengering sejak Juli 2026.

Kondisi tersebut langsung mendapat perhatian Kelurahan Tegalgede. Bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember dan warga setempat, kelurahan ikut mengawal penyaluran bantuan air bersih sebanyak 5.000 liter pada Kamis, 03 September 2026 sore.

Bantuan tersebut menjadi distribusi air bersih ke-7 yang disalurkan untuk membantu warga terdampak kekeringan di wilayah tersebut. Air kemudian ditampung dalam tandon berkapasitas 5.000 liter yang telah disiapkan warga melalui Ketua RT.

Lurah Tegalgede Shierley Aisyah, ST, MM, mengatakan, kelurahan terus berkoordinasi dengan perangkat lingkungan dan BPBD untuk memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi selama kekeringan berlangsung.

“Kami terus melakukan koordinasi dengan RT, RW, warga, dan BPBD agar kebutuhan air bersih masyarakat dapat ditangani. Kondisi ini menjadi perhatian kami karena air merupakan kebutuhan dasar warga,” ujar Shierley.

Menurut dia, langkah penyaluran air bersih tersebut merupakan bentuk respons pemerintah terhadap kondisi warga yang mulai kesulitan mendapatkan sumber air. Kelurahan juga mendorong masyarakat menggunakan air secara bijak selama masa kekeringan.

“Kami mengimbau masyarakat menggunakan air seperlunya dan bersama-sama menjaga ketersediaan air yang sudah didistribusikan. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan kebutuhan warga,” lanjutnya.

Anggota Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Jember Yudha Aditya Dwi Cahya mengatakan, kekeringan mulai dirasakan warga sejak Juli. Sejumlah sumur dengan kedalaman sekitar 8 hingga 10 meter mulai tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Sejak Juli beberapa sumur warga mulai mengalami kekeringan. Sumber mata air terdekat juga berjarak sekitar satu kilometer dari permukiman,” kata Yudha.

Tim TRC BPBD bergerak menuju lokasi sekitar pukul 16.30 WIB. Setibanya di Tegalgede, petugas berkoordinasi dengan perangkat lingkungan dan warga sekaligus mendampingi proses distribusi air.

Air bersih sebanyak 5.000 liter selanjutnya dialirkan ke tandon warga untuk digunakan bersama. Penyaluran berlangsung aman, tertib, dan kondusif tanpa kendala berarti.

Mengingat kekeringan panjang yang melanda kelurahan Tegalgede, ada potensi penambahan volume air bersih yang akan didrop ke masyarakat yang membutuhkan.

Tak hanya mendistribusikan air, petugas juga memberikan edukasi kebencanaan kepada masyarakat. Warga diingatkan agar menggunakan air secara hemat dan bijak mengingat kondisi kekeringan masih berlangsung.

Yudha menyebut distribusi air bersih perlu dilakukan secara berkala selama sumber air warga belum kembali normal. BPBD merekomendasikan penyaluran dengan kapasitas 5.000 liter setiap dua hari sekali sesuai kebutuhan masyarakat.

“Untuk sementara, distribusi direkomendasikan setiap dua hari sekali dengan kapasitas 5.000 liter, selama warga masih membutuhkan bantuan air bersih,” jelasnya.

Penanganan kekeringan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah menyusul penetapan Surat Keputusan Bupati Jember Nomor 100.3.3.2/206/1.12/2026 tentang Status Siaga Darurat Bencana Kekeringan, Kebakaran Hutan dan Lahan Kabupaten Jember Tahun 2026. (sar)

Galeri Foto