Tes Kemampuan Akademik SD di Jember Ukur Literasi dan Numerasi, Pemerataan Jadi Fokus Utama
- 29 April 2026
- Dibaca 213 Kali
Bagikan Via:
Tes Kemampuan Akademik SD di Jember Ukur Literasi dan Numerasi, Pemerataan Jadi Fokus Utama
JEMBER, 29 APRIL 2026 - Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) tingkat Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Jember tidak hanya menjadi alat evaluasi akademik, tetapi juga instrumen untuk mengukur kemampuan dasar siswa, khususnya literasi dan numerasi.
Kepala Bidang SD Dinas Pendidikan Jember, Abdullah, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa kedua aspek tersebut menjadi indikator utama dalam pelaksanaan TKA.
“Indikator keberhasilan TKA ada pada kemampuan literasi dan numerasi siswa. Ini berkaitan dengan kemampuan memahami informasi dan berpikir logis,” ujarnya, Rabu 29 April 2026.
Menurutnya, penguatan literasi dan numerasi menjadi prioritas karena berpengaruh langsung terhadap kesiapan siswa dalam melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Selain itu, pelaksanaan TKA juga didukung oleh sistem pengawasan berbasis daring. Dinas Pendidikan melakukan monitoring secara real-time untuk memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai prosedur.
“Kami melakukan pengawasan intensif sejak persiapan hingga pelaksanaan melalui koordinasi daring agar kendala bisa segera diatasi,” jelas Abdullah.
Meski demikian, terdapat kendala teknis seperti keterlambatan distribusi token dari pusat yang sempat menyebabkan penundaan singkat.
Namun, hal tersebut tidak berdampak signifikan terhadap keseluruhan pelaksanaan. “Penundaan hanya beberapa menit dan dapat segera diatasi. Ini menjadi bahan evaluasi untuk ke depan,” tambahnya.
Pelaksanaan TKA dilakukan dalam tiga gelombang guna mengantisipasi keterbatasan infrastruktur dan memastikan kualitas pelaksanaan di setiap sekolah tetap terjaga.
Kepala Dinas Pendidikan Jember, Arief Tyhayono, menekankan bahwa pemerataan akses pendidikan menjadi perhatian utama pemerintah daerah.
“Kami tidak ingin ada kesenjangan antara sekolah di wilayah kota dan desa. Semua harus mendapatkan layanan pendidikan yang setara,” tegasnya.
Ia menambahkan, koordinasi lintas sektor, termasuk dengan penyedia listrik dan dukungan teknis lainnya, menjadi kunci dalam memastikan pelaksanaan berjalan merata di seluruh wilayah. (sh)