50 KK Terdampak Kekeringan, BPBD Jember Rutin Kirim Air ke Dusun Duplang
- 23 Oktober 2026
- Dibaca 93 Kali
Bagikan Via:
50 KK Terdampak Kekeringan, BPBD Jember Rutin Kirim Air ke Dusun Duplang
JEMBER, 23 OKTOBER 2026 - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember menyalurkan 2.500 liter air bersih kepada warga terdampak kekeringan di RT 01 RW 06, Dusun Duplang, Desa Kamal, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Kamis, 22 Oktober 2026.
Distribusi air tersebut dilakukan setelah Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Jember menerima laporan kekeringan melalui Wadul Gus’e dan melakukan asesmen di lokasi. Hasil asesmen menunjukkan sebanyak 50 kepala keluarga (KK) di wilayah tersebut membutuhkan pasokan air bersih.
Tim TRC BPBD Jember bergerak menuju lokasi pada pukul 11.30 WIB dan tiba sekitar pukul 12.45 WIB. Setelah berkoordinasi dengan warga, petugas langsung menyalurkan bantuan air bersih sebanyak 2.500 liter untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.
Tim TRC BPBD Jember, Agus Shofarudin, mengatakan distribusi air dilakukan sebagai respons atas kebutuhan warga yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih akibat kondisi kekeringan.
“Distribusi ini merupakan tindak lanjut dari laporan masyarakat dan hasil asesmen TRC di lapangan. Untuk sementara, sebanyak 2.500 liter air bersih disalurkan kepada warga yang membutuhkan,” kata Agus.
Menurut dia, pemenuhan kebutuhan air bersih menjadi prioritas selama kondisi kekeringan masih berlangsung. BPBD juga merekomendasikan agar distribusi bantuan dilakukan secara berkala untuk menjaga ketersediaan air bagi warga terdampak.
Berdasarkan rekomendasi hasil penanganan, bantuan air bersih dengan kapasitas 2.500 liter akan didistribusikan kembali ke wilayah terdampak setiap lima hari sekali. Pola distribusi tersebut akan disesuaikan dengan perkembangan kebutuhan masyarakat dan kondisi di lapangan.
Selain penanganan darurat, BPBD Jember juga akan meneruskan laporan kepada organisasi perangkat daerah terkait untuk mendapatkan penanganan lanjutan. Langkah tersebut diperlukan agar persoalan kekurangan air tidak hanya ditangani melalui distribusi air bersih, tetapi juga mendapat solusi yang lebih berkelanjutan.
“Rekomendasinya, distribusi air bersih dilakukan setiap lima hari sekali dan laporan diteruskan kepada dinas terkait untuk penanganan pascakejadian,” ujar Agus.
Kegiatan distribusi air bersih tersebut selesai sekitar pukul 14.00 WIB. Selama pelaksanaan, tidak terdapat kendala berarti. Penanganan melibatkan BPBD Kabupaten Jember bersama masyarakat setempat.
BPBD Jember memastikan pemantauan terhadap wilayah terdampak tetap dilakukan. Jika kebutuhan air meningkat atau kondisi kekeringan meluas, distribusi bantuan dapat menjadi bagian dari langkah respons lanjutan untuk menjaga kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi. (tgh)