610 Siswa SMA Katolik Santo Paulus Jember Ikuti Edukasi Kebencanaan dan Simulasi Gempa
- 25 September 2026
- Dibaca 1 Kali
Bagikan Via:
610 Siswa SMA Katolik Santo Paulus Jember Ikuti Edukasi Kebencanaan dan Simulasi Gempa
JEMBER, 25 September 2026 — Sebanyak sekitar 610 siswa SMA Katolik Santo Paulus Jember mengikuti edukasi kebencanaan melalui program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) yang digelar BPBD Kabupaten Jember selama dua hari, Kamis-Jumat (24-25 September 2026).
Kegiatan yang berlangsung di SMA Katolik Santo Paulus, Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Kaliwates, itu tidak hanya memberikan pemahaman mengenai kebencanaan kepada siswa, tetapi juga membentuk Tim Siaga Bencana Sekolah (TSBS), memberikan pelatihan pertolongan pertama, penyusunan prosedur tetap, hingga simulasi penanganan gempa bumi.
Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Jember Maryani, S.Kom., M.M., mengatakan edukasi kebencanaan diberikan kepada seluruh siswa yang dibagi dalam tiga sesi, yakni kelas X, XI, dan XII.
"Materi diberikan untuk mengenalkan berbagai jenis bencana dan langkah yang harus dilakukan ketika bencana terjadi. Tujuannya agar kesiapsiagaan dan pemahaman mengenai keselamatan sudah terbentuk sejak dini," kata Maryani.
Pada Kamis, 24 September 2026, edukasi kebencanaan kepada siswa disampaikan oleh tim BPBD Jember, yakni Venny Nur Farida, S.T., dan Farikha Mualida Nafi Arti, S.T.
Secara bersamaan, sekolah membentuk TSBS yang terdiri atas sekitar 50 guru dan karyawan serta perwakilan siswa dari unsur PMR dan Pramuka. Mereka kemudian mendapatkan pengenalan tugas pokok dan fungsi masing-masing tim untuk mendukung penanganan bencana di lingkungan sekolah secara berkelanjutan.
Siang harinya, tenaga kesehatan Puskesmas Jember Kidul memberikan materi Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD) kepada seluruh anggota TSBS. Materi tersebut menjadi bekal bagi tim sekolah untuk memberikan pertolongan awal dan menciptakan kondisi yang lebih aman saat terjadi keadaan darurat.
Selanjutnya, materi "Kebijakan, 3 Pilar dan Integrasi SPAB ke dalam Kurikulum" disampaikan Fahim Aftoni, S.Sos., M.Pd.I., dari Sekretariat Bersama (Sekber) SPAB.
Materi dilanjutkan Lailatul Wakhidah, S.Pd., dari Sekber SPAB yang memberikan pemahaman mengenai "10 Langkah SPAB dan Penyusunan Dokumen".
Sementara itu, BPBD Jember memberikan materi penyusunan prosedur tetap (protap) yang disampaikan Fikri Auzan, S.T., dan M. Miftachul Munir, S.T. Materi tersebut diarahkan untuk memperjelas mekanisme dan pembagian tugas warga sekolah ketika menghadapi kondisi darurat.
"Yang dibangun bukan hanya pengetahuan, tetapi juga sistem kesiapsiagaan di sekolah. Setiap anggota TSBS harus memahami perannya sehingga ketika terjadi bencana, respons dapat dilakukan secara terkoordinasi," ujar Maryani.
Pada Jumat, 25 September 2026, kegiatan dimulai dengan briefing antara BPBD Jember dan TSBS pada pukul 07.30 WIB. Satu jam kemudian dilaksanakan gladi posko yang melibatkan seluruh TSBS dan warga sekolah.
Gladi tersebut menjadi tahap persiapan sebelum simulasi penanganan gempa bumi. Pada pukul 09.50 WIB, simulasi dilaksanakan dengan melibatkan seluruh warga sekolah bersama Puskesmas Jember Kidul, Satpol PP Kecamatan Kaliwates, Babinsa Kelurahan Kepatihan, dan Bhabinkamtibmas Kelurahan Kepatihan.
Melalui simulasi tersebut, warga sekolah mempraktikkan skenario penanganan bencana berdasarkan pembagian tugas yang telah disusun sebelumnya.
Kegiatan berakhir sekitar pukul 11.20 WIB dalam kondisi tertib dan lancar. BPBD Jember berharap penerapan SPAB di SMA Katolik Santo Paulus dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga sekolah memiliki budaya kesiapsiagaan dan mampu mengurangi risiko ketika bencana terjadi.(tgh)