logo ppid jember kim
Oleh : Badan Penanggulangan Bencana Daerah

70 KK di Dusun Jeding Jember Kekurangan Air Bersih, BPBD Siapkan Dua Tandon

  • 27 Oktober 2026
  • Dibaca 26 Kali
Bagikan Via:
70-kk-di-dusun-jeding-jember-kekurangan-air-bersih-bpbd-siapkan-dua-tandon-20261028

70 KK di Dusun Jeding Jember Kekurangan Air Bersih, BPBD Siapkan Dua Tandon

JEMBER, 27 OKTOBER 2026 – Sebanyak 70 kepala keluarga (KK) di RT 03 RW 12 Dusun Jeding, Desa Sumberpinang, Kecamatan Pakusari, Kabupaten Jember, Jawa Timur, mengalami kekurangan air bersih akibat menurunnya volume air sumur.

Kondisi tersebut diketahui setelah Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember melakukan asesmen dan koordinasi dengan pemerintah desa setempat, Selasa, 27 Oktober 2026.

Tim tiba di lokasi sekitar pukul 11.00 WIB untuk menindaklanjuti laporan permohonan bantuan air bersih yang disampaikan warga melalui Wadul Guse.

Anggota TRC BPBD Kabupaten Jember, Iwan Mujiartono, mengatakan sebagian besar warga di wilayah tersebut selama ini mengandalkan sumur sebagai sumber air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Namun, memasuki kondisi kekeringan, volume air sumur mengalami penurunan sehingga tidak lagi mencukupi kebutuhan warga, terutama untuk keperluan makan dan minum.

“Warga sebagian masih mengandalkan sumur. Namun, volume airnya sekarang menurun sehingga kebutuhan air bersih untuk makan dan minum kurang mencukupi,” ujar Iwan.

Berdasarkan hasil asesmen, sumber air terdekat dari permukiman warga berupa sungai yang berjarak sekitar satu kilometer. Sungai tersebut selama ini dimanfaatkan warga untuk kebutuhan mandi dan mencuci.

Untuk memenuhi kebutuhan air bersih, warga harus mengambil air dari sungai tersebut. Kondisi ini semakin menyulitkan warga karena jaraknya cukup jauh dari permukiman.

Warga juga telah berupaya memperdalam sumur secara manual. Sumur yang sebelumnya memiliki kedalaman sekitar 10 meter kini diperdalam hingga sekitar 14 meter. Namun, upaya tersebut belum memberikan hasil maksimal karena debit air yang tersedia masih relatif kecil.

BPBD Jember menilai kondisi tersebut membutuhkan penanganan melalui distribusi air bersih. Namun, terdapat kendala dalam pendistribusian menggunakan truk tangki.

Akses menuju rumah warga terdampak dinilai terlalu sempit sehingga tidak dapat dilalui kendaraan tangki air berukuran besar.

Karena itu, pemerintah desa bersama BPBD menyiapkan pola distribusi alternatif. Pemerintah Desa Sumberpinang akan mengambil air bersih dari kawasan Ibnu Katsir menggunakan tandon yang diangkut dengan kendaraan pikap.

Untuk mendukung langkah tersebut, BPBD Kabupaten Jember akan meminjamkan dua tandon kepada pemerintah desa. Masing-masing tandon memiliki kapasitas 1.200 liter.

“Karena akses jalan tidak memungkinkan untuk dilalui truk tangki, distribusi akan dilakukan secara mandiri oleh pemerintah desa dengan menggunakan tandon yang diangkut kendaraan pikap,” kata Iwan.

BPBD berharap pola tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar warga selama kondisi kekurangan air bersih masih berlangsung. Pemantauan dan koordinasi dengan pemerintah desa juga akan terus dilakukan untuk memastikan kebutuhan air warga dapat tertangani.

Asesmen BPBD dilakukan sejak pukul 11.00 WIB hingga sekitar pukul 13.00 WIB dengan melibatkan TRC BPBD, perangkat desa, pelapor, dan warga setempat. (tgh)

Galeri Foto