Air Sumur Menyusut dan Mulai Berbau, Warga Krajan Jatian Butuh Pasokan Air Rutin
- 04 November 2026
- Dibaca 24 Kali
Bagikan Via:
Air Sumur Menyusut dan Mulai Berbau, Warga Krajan Jatian Butuh Pasokan Air Rutin
JEMBER, 04 NOVEMBER 2026 – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember kembali melakukan upaya penanganan dampak kekeringan dengan mendistribusikan bantuan air bersih ke Dusun Krajan, Desa Jatian, Kecamatan Pakusari, Rabu 04 November 2026.
Dalam kegiatan pendistribusian air bersih ke-21 tersebut, BPBD Kabupaten Jember bersinergi dengan Yayasan Dana Sosial Al-Falah (YDSF) menyalurkan sebanyak 5.000 liter air bersih yang ditampung di tandon milik BPBD untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak.
Bantuan ini diberikan menyusul kondisi kekeringan yang telah dirasakan warga sejak awal Agustus 2026. Memasuki musim kemarau, sejumlah wilayah di Dusun Krajan mulai mengalami penurunan debit sumber air sehingga masyarakat kesulitan mendapatkan pasokan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.
Berdasarkan hasil pendataan di lapangan, terdapat sekitar 190 kepala keluarga (KK) yang membutuhkan bantuan air bersih. Rinciannya, di RT 02/RW 08 terdapat sekitar 50 KK dari total 129 KK, sedangkan di RT 01/RW 06 terdapat sekitar 140 KK dari total 200 KK.
Sementara itu, warga di RT 01 dan RT 02/RW 10 masih memiliki ketersediaan air untuk kebutuhan minum. Namun, mereka tetap membutuhkan tambahan pasokan air untuk keperluan mandi dan mencuci.
Kondisi tersebut semakin memprihatinkan karena sejumlah sumur milik warga mulai mengering. Di wilayah RT 02/RW 08, dari delapan sumur yang terdata, sekitar 90 persen sudah memperlihatkan dasar sumur. Bahkan, sebagian sumur mulai mengeluarkan bau tidak sedap.
Sumber air alternatif yang berada di dekat area persawahan sebenarnya masih tersedia. Namun, jaraknya sekitar 300 hingga 700 meter dari permukiman warga dengan debit air yang semakin mengecil. Adapun sumber air dari sungai yang berjarak sekitar 200 hingga 500 meter dinilai tidak layak untuk dikonsumsi.
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Jember tiba di lokasi sekitar pukul 14.30 WIB untuk melakukan koordinasi, pendampingan distribusi air bersih, dokumentasi, serta memberikan edukasi kepada masyarakat terkait dampak kekeringan.
TRC-PB BPBD Jember juga mendampingi YDSF dalam penyaluran 5.000 liter air bersih ke tandon BPBD yang telah tersedia di sejumlah titik terdampak.
Personel TRC BPBD Kabupaten Jember, Rezha Pratama Ensas Pahlevi, menyampaikan bahwa kondisi sumber air warga terus mengalami penurunan sehingga bantuan distribusi air bersih masih diperlukan.
“Sebagian besar sumur warga, khususnya di RT 02/RW 08, sudah mengalami penyusutan debit air. Bahkan, sekitar 90 persen dari delapan sumur yang terdata sudah terlihat dasar sumurnya dan sebagian mulai berbau,” ungkap Rezha.
Ia menjelaskan, keberadaan sumber air alternatif belum mampu memenuhi kebutuhan masyarakat secara optimal karena debitnya semakin kecil. Sementara itu, air sungai di sekitar permukiman tidak dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan konsumsi.
Sebagai langkah penanganan lanjutan, BPBD Kabupaten Jember merekomendasikan pendistribusian air bersih menggunakan satu unit truk tangki berkapasitas 5.000 liter setiap lima hari sekali. Langkah tersebut diharapkan dapat menjaga ketersediaan air bersih bagi masyarakat selama kondisi kekeringan masih berlangsung.
BPBD Jember juga merekomendasikan agar kondisi tersebut diteruskan kepada organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut, terutama dalam memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat terdampak.
Melalui koordinasi bersama pemerintah desa, perangkat RT/RW, masyarakat, serta dukungan YDSF, BPBD Kabupaten Jember terus berupaya memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi di tengah musim kemarau.
Penanganan ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam merespons dampak kekeringan sekaligus memperkuat pelayanan kemanusiaan bagi masyarakat Kabupaten Jember. (bob)