Korcam KKN Fikes Unmuh Jember: Sebulan Mengabdi di Kencong, Pulang Membawa Pelajaran Berharga dari Masyarakat
- 04 Juni 2026
- Dibaca 51 Kali
Bagikan Via:
Korcam KKN Fikes Unmuh Jember: Sebulan Mengabdi di Kencong, Pulang Membawa Pelajaran Berharga dari Masyarakat
JEMBER, 04 JUNI 2026 – Bagi Astrafi Nur Hasan, menjadi Koordinator Kecamatan (Korcam) dalam kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan (FIkes) Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember di Kecamatan Kencong, bukan sekadar menjalankan tugas akademik. Lebih dari itu, ia merasakan pengalaman berharga tentang kerja sama, kepedulian sosial, dan semangat gotong royong yang tumbuh di tengah masyarakat. Ia sampaikan dalam acara penutupan KKN di Aula Kecamatan Kencong, Kamis, 04 Juni 2026.
Selama lebih dari tiga minggu, sejak 11 Mei 2026 Astrafi bersama 35 mahasiswa yang ditempatkan di tiga desa, yakni Desa Paseban, Desa Cakru, dan Desa Keraton, menjalankan berbagai program pengabdian kepada masyarakat, termasuk edukasi dan simulasi kebencanaan yang menjadi puncak kegiatan KKN tahun ini.
Menurut Astrafi, simulasi penanggulangan bencana yang dilaksanakan di wilayah Kecamatan Kencong menjadi salah satu momen yang paling berkesan. Ia mengaku bangga melihat seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan lancar tanpa hambatan berarti.
“Alhamdulillah selama pelaksanaan simulasi semuanya berjalan dengan baik. Tidak ada kendala yang berarti, baik dari sisi teknis maupun koordinasi di lapangan. Ini menunjukkan bahwa kerja sama antara mahasiswa, pemerintah desa, kecamatan, dan masyarakat sudah terjalin dengan sangat baik,” ujarnya.
Sebagai Korcam, Astrafi bertanggung jawab mengoordinasikan tiga kelompok mahasiswa yang tersebar di desa-desa lokasi KKN. Sebanyak 11 mahasiswa ditempatkan di Desa Paseban, 12 mahasiswa di Desa Cakru, dan 12 mahasiswa lainnya di Desa Keraton.
Meski berasal dari latar belakang yang berbeda, seluruh peserta mampu menunjukkan kekompakan selama menjalankan program pengabdian. Baginya, keberhasilan kegiatan bukan hanya diukur dari terlaksananya agenda yang telah direncanakan, tetapi juga dari hubungan baik yang terbangun dengan masyarakat.
“Selama berada di Kencong kami banyak belajar dari masyarakat. Sambutan yang hangat dan dukungan dari berbagai pihak membuat kami merasa diterima sebagai bagian dari keluarga besar desa. Itu menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi kami,” katanya.
Ia menambahkan, keberhasilan simulasi kebencanaan juga menunjukkan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana. Keterlibatan warga dalam setiap tahapan kegiatan menjadi modal penting dalam membangun ketangguhan masyarakat di tingkat desa.
Apresiasi terhadap kegiatan tersebut juga disampaikan Kepala Desa Paseban, Satupan. Menurutnya, kehadiran mahasiswa KKN Fikes Unmuh Jember telah memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, terutama dalam meningkatkan pemahaman warga mengenai mitigasi dan kesiapsiagaan bencana.
“Kami sangat berterima kasih kepada adik-adik mahasiswa yang telah mengabdikan waktu dan ilmunya di Desa Paseban. Mereka mampu berbaur dengan masyarakat dan menunjukkan kepedulian yang tinggi terhadap kondisi desa. Simulasi kebencanaan yang dilakukan juga memberikan pemahaman yang lebih baik kepada warga tentang langkah-langkah yang harus dilakukan saat terjadi keadaan darurat,” ujar Satupan.
Ia menilai koordinasi yang dilakukan Korcam Astrafi bersama seluruh peserta KKN berjalan dengan baik sehingga berbagai program dapat terlaksana secara tertib dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Kami melihat kekompakan mahasiswa sangat luar biasa. Mereka tidak hanya datang menjalankan program kampus, tetapi benar-benar hadir untuk belajar bersama masyarakat. Semoga pengalaman di Paseban menjadi bekal berharga bagi mereka, dan kami berharap kerja sama seperti ini dapat terus berlanjut pada tahun-tahun mendatang,” tambahnya.
Menjelang berakhirnya masa KKN, Astrafi berharap ilmu dan program yang telah diberikan mahasiswa dapat memberikan manfaat bagi masyarakat serta menjadi bekal berharga bagi seluruh peserta KKN ketika kembali ke bangku perkuliahan.
“Semoga apa yang kami lakukan selama KKN bisa memberikan manfaat walaupun sederhana. Bagi kami, Kencong akan selalu menjadi tempat belajar yang mengajarkan arti pengabdian, kebersamaan, dan kepedulian kepada sesama,” tuturnya.
Pengalaman tersebut menjadi kenangan tersendiri bagi Astrafi dan rekan-rekannya. Di balik berbagai program yang dijalankan, mereka tidak hanya meninggalkan jejak pengabdian di masyarakat, tetapi juga membawa pulang pelajaran hidup yang akan terus dikenang sepanjang perjalanan sebagai calon tenaga kesehatan dan agen perubahan di tengah masyarakat. (gfr)