Air Sumur Menyusut di Jambuan Antirogo, BPBD Jember Siapkan Pemantauan Lanjutan
- 09 Oktober 2026
- Dibaca 20 Kali
Bagikan Via:
Air Sumur Menyusut di Jambuan Antirogo, BPBD Jember Siapkan Pemantauan Lanjutan
JEMBER, 09 OKTOBER 2026 – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember melakukan asesmen kejadian kekeringan di Lingkungan Jambuan RT 02/RW 12, Kelurahan Antirogo, Kecamatan Sumbersari, Jumat 09 Oktober 2026. Langkah ini dilakukan untuk mengetahui kondisi ketersediaan air bersih warga sekaligus mengantisipasi dampak musim kemarau yang mulai dirasakan di sejumlah sumur masyarakat.
Asesmen yang dilaksanakan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Jember tersebut didasarkan pada surat permohonan bantuan air bersih dari Kelurahan Antirogo Nomor 600.1.16/173/35.09.03/2026. Dalam kegiatan ini, petugas berkoordinasi dengan RT dan RW setempat serta melakukan survei, wawancara, dan pemeriksaan terhadap kondisi sumur warga.
Berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap tujuh sumur, petugas menemukan dua sumur mengalami penyusutan air hingga bagian dasar sumur terlihat. Kondisi tersebut mengindikasikan adanya penurunan ketersediaan air tanah di sebagian wilayah permukiman.
Meski demikian, kondisi ketersediaan air bersih warga secara umum masih relatif aman dan terkendali. Sebagian besar masyarakat masih dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari menggunakan sumur masing-masing. Sementara itu, warga yang sumurnya mulai mengering masih mengandalkan bantuan dari tetangga yang memiliki persediaan air.
Hasil asesmen menunjukkan sekitar 70 kepala keluarga (KK) berpotensi mengalami dampak kekeringan apabila penurunan ketersediaan air terus berlanjut. Meski belum seluruh warga mengalami kesulitan air bersih, kondisi tersebut menjadi perhatian agar langkah antisipasi dapat dilakukan sejak dini.
TRC BPBD Jember juga mengidentifikasi sumber air alternatif yang berada di sekitar musala, dengan jarak kurang lebih 100 meter dari permukiman warga. Keberadaan sumber air tersebut menjadi salah satu pilihan bagi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari apabila persediaan air di sumur rumah tangga semakin berkurang.
Petugas TRC BPBD Jember, Rezha Pratama, menyampaikan bahwa asesmen dilakukan untuk mengetahui secara langsung kondisi sumur warga, tingkat penurunan ketersediaan air, serta potensi kebutuhan penanganan apabila kekeringan berkembang.
Dalam pemeriksaan tersebut, air yang masih tersedia di sumur warga diketahui tidak berbau. Namun, pemantauan tetap diperlukan untuk mengetahui perkembangan kondisi sumber air, terutama pada sumur-sumur yang memiliki kedalaman lebih dangkal dan lebih rentan mengalami kekeringan.
"Sebagai tindak lanjut, BPBD Jember merekomendasikan pemantauan ulang dalam satu hingga dua minggu ke depan. Pemantauan ini bertujuan mengetahui perkembangan kondisi sumur serta memastikan ketersediaan air bersih masyarakat tetap mencukupi," jelasnya.
Warga juga diimbau menggunakan air secara bijak dan menghemat pemakaian air bersih, terutama untuk kebutuhan yang paling mendesak. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga persediaan air yang masih tersedia selama kondisi kemarau berlangsung.
Apabila jumlah sumur yang mengalami kekeringan bertambah atau kesulitan air bersih semakin meluas, BPBD Jember merekomendasikan pelaksanaan asesmen lanjutan guna menentukan kebutuhan penanganan yang sesuai dengan kondisi di lapangan.
Kegiatan ini melibatkan BPBD Kabupaten Jember, unsur RT/RW, serta masyarakat setempat. Melalui pemantauan dan koordinasi bersama pemerintah kelurahan serta warga, kondisi ketersediaan air bersih di Lingkungan Jambuan diharapkan dapat terus terpantau sehingga potensi dampak kekeringan bisa diantisipasi lebih awal.
Hingga asesmen selesai dilaksanakan, kondisi umum ketersediaan air bersih di wilayah tersebut masih terkendali. BPBD Jember akan menjadikan perkembangan kondisi sumur warga sebagai dasar untuk menentukan langkah penanganan berikutnya apabila situasi kekeringan mengalami peningkatan. (bob)