Festival Egrang XIV Tanoker, Pemkab Jember Dorong Pelestarian Permainan Tradisional di Tengah Era Digital
- 09 Agustus 2026
- Dibaca 17 Kali
Bagikan Via:
Festival Egrang XIV Tanoker, Pemkab Jember Dorong Pelestarian Permainan Tradisional di Tengah Era Digital
JEMBER, 09 AGUSTUS 2026 - Pemerintah Kabupaten Jember terus mendorong pelestarian budaya lokal dan permainan tradisional. Langkah ini menjadi bagian penting untuk menjaga identitas daerah sekaligus membentuk karakter generasi muda.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui gelaran Festival Egrang XIV Tanoker di Kecamatan Ledokombo, Kabupaten Jember, Sabtu 08 Agustus 2026.
Festival yang mengusung tema “Membangun Harmoni Komunitas melalui Permainan Tradisi” ini tidak sekadar menjadi ajang pertunjukan budaya. Lebih dari itu, acara ini menjadi ruang edukasi bagi masyarakat, khususnya anak-anak, untuk mengenal kembali permainan tradisional yang mulai tergerus era digital.
Sebanyak 21 penampil dari berbagai latar belakang turut memeriahkan acara. Mereka berasal dari pihak sekolah, komunitas, kelompok disabilitas, antargenerasi, lintas etnis, hingga organisasi sosial keagamaan. Keberagaman peserta membuktikan bahwa permainan tradisional mampu menyatukan berbagai elemen masyarakat dalam suasana kebersamaan.
Bagi Pemkab Jember, Festival Egrang memiliki nilai strategis dalam mempertahankan kearifan lokal. Pemerintah tidak hanya berperan sebagai fasilitator, tetapi juga memastikan permainan tradisional tetap memiliki ruang di tengah modernisasi.
Bupati Jember, Dr. Muhammad Fawait, S.E, M.Sc, menilai Festival Egrang memiliki nilai edukasi yang kuat bagi tumbuh kembang anak. Melalui permainan ini, anak-anak dapat melatih disiplin, keberanian, solidaritas, kreativitas, serta menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya sendiri.
“Pelestarian permainan tradisional menjadi kian krusial di tengah gempuran teknologi. Kehadiran gawai memang memberi banyak hiburan, namun jika tidak diimbangi interaksi sosial langsung, anak-anak berpotensi makin asing dengan budayanya,” ujarnya.
Oleh karena itu, festival ini hadir sebagai bentuk kolaborasi antara pemerintah dan komunitas dalam menyediakan ruang bermain yang sehat, edukatif, dan sarat nilai budaya.
Apresiasi juga datang dari pengunjung. Budiman, salah satu warga yang hadir, mengaku senang dengan adanya kegiatan tersebut. “Saya sangat mendukung pelestarian permainan tradisional seperti ini. Supaya tidak punah dan anak-anak tidak melulu main gawai,” ungkapnya.
Acara ini turut dihadiri oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifatul Choiri Fauzi. Kehadiran Menteri PPPA bersama Bupati Jember memperkuat pesan bahwa pemenuhan hak dan perlindungan anak membutuhkan sinergi dari pemerintah, keluarga, sekolah, serta masyarakat.
Melalui Festival Egrang XIV, Pemkab Jember menunjukkan bahwa tradisi lokal tidak harus berbenturan dengan perkembangan teknologi. Keduanya dapat berjalan beriringan selama generasi muda dibimbing untuk memanfaatkan teknologi secara bijak tanpa melupakan akar budayanya.
Dukungan terhadap kegiatan kebudayaan berbasis masyarakat ini diharapkan terus berlanjut, baik melalui fasilitasi acara, promosi budaya, maupun penguatan pendidikan karakter. Festival Egrang XIV pun menjadi bukti nyata bahwa menjaga budaya adalah upaya memastikan warisan leluhur tetap hidup dan relevan bagi masa depan. (zee)