Air Sumur Terus Menyusut, BPBD Jember Minta Fasilitas Pamsimas Rowotamtu Ditindaklanjuti
- 21 Oktober 2026
- Dibaca 33 Kali
Bagikan Via:
Air Sumur Terus Menyusut, BPBD Jember Minta Fasilitas Pamsimas Rowotamtu Ditindaklanjuti
JEMBER, 21 OKTOBER 2026 – Penurunan debit air sumur mulai dirasakan warga Dusun Karanganyar, Desa Rowotamtu, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember. Sebanyak 12 kepala keluarga (KK) dari sekitar 45 KK di wilayah RT 02/RW 03 dilaporkan mengalami penurunan volume air sumur, sehingga berpotensi menghadapi kesulitan air bersih apabila kondisi tersebut terus berlanjut.
Menindaklanjuti aduan masyarakat melalui program Wadul Gus’e, Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember melakukan asesmen di lokasi pada Rabu, 21 Oktober 2026. Kegiatan tersebut dilakukan untuk mengetahui kondisi sumber air warga sekaligus mengidentifikasi potensi dampak kekeringan di wilayah setempat.
Petugas TRC BPBD Jember, Qoidul Umam, menjelaskan bahwa hasil pemeriksaan di lapangan menunjukkan adanya perbedaan kondisi air pada sumur milik warga. Sebagian sumur mengalami penurunan volume air, sementara sumur dengan kedalaman lebih besar masih memiliki persediaan air.
Perbedaan kedalaman sumur menjadi salah satu faktor yang memengaruhi ketersediaan air bagi masyarakat. Meski demikian, penurunan debit tersebut tetap perlu diwaspadai, terutama jika berlangsung dalam beberapa pekan mendatang.
“Berdasarkan hasil asesmen di lapangan, terdapat penurunan volume air sumur di wilayah RT 02/RW 03. Namun, untuk sementara kebutuhan air bersih warga masih terpenuhi,” terangnya.
Di tengah potensi ancaman kekeringan tersebut, petugas juga menemukan fasilitas penyediaan air yang berpeluang kembali dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Di lokasi tersedia tandon berkapasitas sekitar 5.000 liter yang terhubung dengan sumber air artesis melalui program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas).
Berdasarkan keterangan ketua RT setempat, sumber air artesis tersebut memiliki kedalaman sekitar 120 meter. Namun, fasilitas itu saat ini tidak dimanfaatkan kembali karena perangkat jet pump dan meteran air tidak berada di tempat semestinya.
Temuan tersebut menjadi salah satu perhatian dalam rekomendasi penanganan yang disampaikan BPBD Jember. Pemerintah desa bersama perangkat lingkungan diharapkan dapat menindaklanjuti kondisi fasilitas tersebut agar potensi sumber air yang tersedia dapat kembali dimanfaatkan sesuai kebutuhan dan ketentuan yang berlaku.
Selain itu, BPBD merekomendasikan pemantauan debit air selama tiga pekan ke depan untuk mengetahui perkembangan kondisi sumber air warga. Hasil asesmen juga akan diteruskan kepada dinas terkait sebagai bahan pertimbangan penanganan lebih lanjut.
Dalam kegiatan tersebut, TRC BPBD Jember melakukan koordinasi dengan perangkat RT/RW, pemeriksaan sumber air milik warga, asesmen kondisi lapangan, serta dokumentasi. Tim mulai menuju lokasi pada pukul 13.00 WIB dan kembali ke markas komando pada pukul 16.00 WIB.
Hingga asesmen dilaksanakan, kebutuhan air bersih masyarakat masih dinyatakan mencukupi. Namun, kondisi 12 KK yang mengalami penurunan volume air menjadi perhatian agar langkah antisipasi dapat dilakukan sebelum dampak kekeringan meluas.
BPBD Jember mengimbau agar laporan perkembangan kondisi sumber air terus disampaikan melalui perangkat lingkungan dan pemerintah desa. Pemantauan secara berkala serta optimalisasi fasilitas air yang tersedia diharapkan dapat membantu menjaga ketersediaan air bersih bagi warga Rowotamtu, khususnya di Dusun Karanganyar.
Langkah ini merupakan bagian dari tindak lanjut aduan masyarakat melalui Wadul Gus’e sekaligus upaya mengantisipasi dampak kekeringan di Kabupaten Jember. (bob)