Ajarkan Cinta Rupiah Lewat Kardus Bekas, Guru di Jember Raih Prestasi Gemilang
- 23 Juni 2026
- Dibaca 64 Kali
Bagikan Via:
Ajarkan Cinta Rupiah Lewat Kardus Bekas, Guru di Jember Raih Prestasi Gemilang
JEMBER, 23 JUNI 2026 – Prestasi membanggakan kembali diraih dunia pendidikan di Kabupaten Jember. Guru kelas 6C SDN Arjasa 01 Kecamatan Arjasa, Jelita Eka Munaslikha, berhasil meraih Juara 1 Duta Guru Penggerak Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah Championship yang diselenggarakan Bank Indonesia Jember pada Sabtu, 20 Juni 2026. Keberhasilan tersebut diraih melalui inovasi pembelajaran kreatif dalam mengenalkan rupiah kepada siswa sejak dini dengan memanfaatkan media dari kardus bekas.
Sebelumnya, Jelita berhasil lolos sebagai finalis setelah mempresentasikan metode pembelajaran yang mengubah barang tidak terpakai menjadi alat edukasi yang menarik dan interaktif. Inovasi tersebut mendapat perhatian dewan juri karena dinilai mampu memadukan pendidikan karakter, literasi keuangan, dan kepedulian lingkungan dalam satu kegiatan pembelajaran.
Melalui media kardus bekas yang dimodifikasi menjadi permainan edukatif, siswa diajak mengenal berbagai jenis uang rupiah dengan cara menyenangkan. Di dalam kardus tersebut terdapat gambar dan replika uang dengan nominal berbeda. Siswa diminta membuka bagian tertentu dari kardus, kemudian mengidentifikasi uang yang ditemukan, menyebutkan nominalnya, mengenali tokoh pahlawan yang terdapat pada uang tersebut, hingga menjelaskan fungsi dan penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari.
Metode tersebut terbukti mampu meningkatkan minat belajar siswa. Suasana pembelajaran menjadi lebih aktif karena peserta didik terlibat langsung dalam proses eksplorasi dan diskusi. Selain itu, penggunaan bahan bekas juga mengajarkan pentingnya kreativitas serta pemanfaatan barang yang masih memiliki nilai guna.
Menurut Jelita, pengenalan rupiah sejak dini merupakan langkah penting dalam membangun literasi keuangan anak. Ia meyakini bahwa pemahaman mengenai mata uang tidak hanya sebatas mengenali nominal, melainkan juga memahami makna rupiah sebagai simbol kedaulatan bangsa.
“Anak-anak perlu memahami bahwa rupiah bukan sekadar alat transaksi, tetapi juga identitas bangsa yang harus dicintai dan dihargai. Karena itu, saya mencoba menghadirkan pembelajaran yang menyenangkan agar mereka lebih mudah memahami materi,” ujar Jelita.
Keberhasilan meraih Juara 1 Duta Guru Penggerak CBP Rupiah Championship menjadi bukti bahwa inovasi sederhana dapat memberikan dampak besar dalam dunia pendidikan. Dengan memanfaatkan kardus bekas yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar, Jelita mampu menciptakan media pembelajaran yang efektif tanpa memerlukan biaya besar.
Kepala SDN Arjasa 01 Kecamatan Arjasa, Listyowati, S.Pd., mengaku bangga atas capaian yang diraih salah satu guru di sekolahnya tersebut. Ia menilai prestasi itu merupakan hasil dedikasi, kreativitas, dan semangat untuk terus menghadirkan pembelajaran berkualitas bagi peserta didik.
“Kami sangat bangga atas prestasi yang diraih Ibu Jelita Eka Munaslikha sebagai Juara 1 Duta Guru Penggerak CBP Rupiah Championship. Inovasi yang beliau ciptakan menunjukkan bahwa pembelajaran yang bermakna dapat lahir dari ide-ide sederhana, tetapi kreatif. Sekolah akan terus mendukung berbagai metode pengenalan rupiah sejak dini karena literasi keuangan merupakan bekal penting bagi generasi masa depan,” kata Listyowati.
Lebih lanjut, Listyowati menegaskan bahwa sekolah berkomitmen memberikan ruang bagi guru untuk terus berinovasi dan mengembangkan metode pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Menurutnya, keberhasilan Jelita dapat menjadi inspirasi bagi guru lainnya untuk terus berkarya dan menghadirkan pembelajaran yang menarik.
Ajang CBP Rupiah Championship merupakan program yang bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya generasi muda, mengenai pentingnya mencintai, membanggakan, dan memahami rupiah. Peran guru dinilai sangat strategis karena menjadi ujung tombak dalam menyampaikan edukasi kepada peserta didik.
Melalui prestasi yang diraih Jelita Eka Munaslikha, diharapkan semakin banyak guru tergerak untuk mengembangkan inovasi pembelajaran berbasis literasi keuangan. Dengan demikian, nilai-nilai Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah dapat tertanam sejak usia dini serta menjadi bagian dari karakter generasi Indonesia yang cerdas, kreatif, dan bertanggung jawab dalam mengelola keuangan di masa depan. (hz)