Akhirnya, ODGJ Asal Bangsalsari Dirujuk ke RS Radjiman Lawang Setelah UHC Aktif
- 14 Agustus 2026
- Dibaca 7 Kali
Bagikan Via:
Akhirnya, ODGJ Asal Bangsalsari Dirujuk ke RS Radjiman Lawang Setelah UHC Aktif
JEMBER, 14 AGUSTUS 2026 – UPTD Liposos Dinsos PPPA Jember kembali melakukan evakuasi dan perujukan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) untuk mendapatkan pelayanan kesehatan di RS Radjiman Wediodiningrat Lawang, Kabupaten Malang, Jumat 14 Agustus 2026.
Kali ini, klien yang dirujuk merupakan Rawi (65), warga Dusun Magersari, Desa Badean, Kecamatan Bangsalsari. Perujukan dilakukan setelah adanya aduan masyarakat melalui platform Wadul Gusse terkait kondisi Rawi yang dinilai meresahkan lingkungan sekitar.
Kepala UPTD Liposos Dinsos PPPA Jember, Roni Effendi, S.STP, mengatakan, berdasarkan hasil assessment, Rawi telah mengalami gangguan kejiwaan selama kurang lebih empat tahun. Namun, pengobatan yang dijalani tidak rutin sehingga dalam sepekan terakhir kondisinya kembali kambuh.
“Dari keterangan keluarga, klien beberapa kali marah dan sempat melakukan kekerasan terhadap istri dan anaknya. Klien juga dilaporkan pernah membawa senjata tajam sehingga membuat warga sekitar merasa resah,” ujar Roni.
Menurutnya, laporan tersebut disampaikan oleh cucu Rawi. UPTD Liposos kemudian berkoordinasi dengan petugas kesehatan jiwa Kecamatan Bangsalsari, keluarga, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, serta Bidang Linjamsos untuk memastikan kelengkapan administrasi dan pengaktifan UHC.
Sebelumnya, pada 12 Agustus 2026, tim UPTD Liposos telah melakukan evakuasi terhadap Rawi dan merencanakan perujukan melalui program ACT RSJ Lawang. Namun, proses tersebut sempat dibatalkan karena kepesertaan BPJS klien belum aktif.
Sehari kemudian, Rawi direunifikasi ke rumah. Namun, kondisi di lapangan kembali membutuhkan penanganan. Pada Jumat pagi, tim UPTD Liposos kembali menjemput Rawi untuk dirujuk ke RS Radjiman Wediodiningrat Lawang. Rawi sempat melarikan diri, tetapi berhasil diamankan dengan pendampingan keluarga, tim kesehatan jiwa Bangsalsari dan warga sekitar.
“Karena UHC sudah aktif dan keluarga juga menyetujui, hari ini klien kami rujuk ke RS Radjiman Wediodiningrat Lawang agar mendapatkan pelayanan kesehatan yang lebih optimal,” terang Roni.
Setibanya di rumah sakit sekitar pukul 09.00 WIB, tim membantu pemenuhan administrasi kependudukan dan pendaftaran. Rawi kemudian menjalani pemeriksaan dan observasi di IGD.
Hasil pemeriksaan dokter jaga menunjukkan, selain mengalami gangguan kejiwaan, Rawi juga memiliki masalah kesehatan internis berupa gangguan elektrolit dan gangguan ginjal. Kondisi tersebut membuat pasien mendapatkan tindakan medis dan selanjutnya dipindahkan dari IGD ke ruang rawat inap Kemuning untuk menjalani perawatan lebih lanjut.
Dalam proses tersebut, UPTD Liposos juga mendampingi klien hingga pengambilan obat di Instalasi Farmasi dan pemindahan ke ruang rawat inap.
Roni menegaskan, penanganan ODGJ membutuhkan sinergi berbagai pihak, mulai dari keluarga, tenaga kesehatan, masyarakat hingga pemerintah. Menurutnya, laporan masyarakat melalui Wadul Gusse menjadi salah satu pintu masuk penting agar warga yang membutuhkan pertolongan dapat segera mendapatkan penanganan yang tepat.
“Kami mengapresiasi keluarga, tenaga kesehatan dan warga yang ikut membantu proses evakuasi. Penanganan seperti ini memang membutuhkan kolaborasi agar klien bisa mendapatkan pelayanan yang aman dan sesuai kebutuhan,” pungkasnya. (wln)