logo ppid jember kim
Oleh : Badan Penanggulangan Bencana Daerah

Akses Terputus Akibat Longsor di Kalisat, BPBD Jember Lakukan Penanganan Bertahap

  • 22 Januari 2026
  • Dibaca 411 Kali
Bagikan Via:
akses-terputus-akibat-longsor-di-kalisat-bpbd-jember-lakukan-penanganan-bertahap-20260122

Akses Terputus Akibat Longsor di Kalisat, BPBD Jember Lakukan Penanganan Bertahap

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember menyampaikan pembaruan perkembangan penanganan kejadian tanah longsor yang terjadi di Dusun Jungrang, Desa Sukoreno, Kecamatan Kalisat. Update kondisi lapangan dilaporkan pada Rabu, 21 Januari 2026, pukul 12.30 WIB, sebagai tindak lanjut dari laporan awal yang diterima pada Jumat, 16 Januari 2026, pukul 18.50 WIB. Kejadian tanah longsor ini berdampak langsung terhadap akses jalan desa yang menjadi jalur aktivitas warga setempat. Hingga saat ini, proses penanganan masih terus dilakukan secara bertahap oleh pihak terkait.

Tanah longsor tersebut terjadi pada Jumat, 16 Januari 2026, sekitar pukul 15.30 WIB, setelah wilayah tersebut diguyur hujan dengan intensitas cukup tinggi. Longsor terjadi pada tebing atau badan jalan desa yang berada di kawasan perbukitan. Material longsoran berupa tanah dan batuan besar dengan perkiraan ukuran panjang 2 meter, lebar 1,2 meter, dan tinggi 5 meter menutup sebagian hingga hampir separuh badan jalan. Akibatnya, akses jalan desa tidak dapat dilalui secara normal, khususnya oleh kendaraan roda empat.

Hasil pemantauan terbaru di lokasi kejadian menunjukkan bahwa kondisi saat ini dinyatakan aman dan terkendali. Namun demikian, akses jalan desa masih belum bisa dilalui oleh kendaraan roda empat karena material longsoran belum sepenuhnya dibersihkan. Sejak Selasa, 20 Januari 2026, proses pemecahan batu besar telah dilakukan menggunakan alat manual oleh warga dan relawan setempat. Proses tersebut diperkirakan membutuhkan waktu sekitar lima hari ke depan hingga material cukup kecil untuk dipindahkan.

BPBD Kabupaten Jember menjelaskan bahwa alat berat dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) belum dapat diturunkan ke lokasi sebelum proses pemecahan batu manual selesai. Hal ini dilakukan untuk memastikan efektivitas penggunaan alat berat serta faktor keselamatan di lapangan. Selain itu, area terdampak longsor telah dipasang garis polisi (police line) sebagai langkah pengamanan guna mencegah warga melintas di zona berbahaya. Pemantauan rutin terus dilakukan untuk mengantisipasi potensi longsor susulan.

Upaya yang telah dilakukan oleh BPBD Kabupaten Jember meliputi koordinasi lintas sektor, pemantauan perkembangan penanganan di lapangan, serta pendokumentasian kegiatan. Penanganan kejadian ini melibatkan unsur BPBD Kabupaten Jember, pemerintah desa setempat, relawan wilayah Kalisat, serta partisipasi aktif dari masyarakat. Seluruh pihak berupaya memastikan proses penanganan berjalan aman dan terkoordinasi dengan baik. Hingga saat ini, tidak terdapat kendala berarti dalam proses penanganan kejadian.

BPBD Kabupaten Jember mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu terjadinya longsor susulan. Warga yang tinggal di daerah rawan diharapkan lebih berhati-hati dan segera melaporkan jika menemukan tanda-tanda pergerakan tanah. Pemerintah daerah menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pemantauan dan penanganan hingga akses jalan dapat kembali berfungsi normal. Sinergi antara pemerintah, relawan, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam upaya penanggulangan bencana di wilayah Kabupaten Jember.

Galeri Foto