Ancak Agung Jember Perkuat Ukhuwah dan Kebersamaan melalui Tradisi Budaya
- 22 Agustus 2026
- Dibaca 210 Kali
Bagikan Via:
Ancak Agung Jember Perkuat Ukhuwah dan Kebersamaan melalui Tradisi Budaya
JEMBER, 22 AGUSTUS 2026 – Pemerintah Kabupaten Jember menggelar Kirab Pawai Budaya Ancak Agung pada Sabtu, 22 Agustus 2026, dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad saw. sekaligus menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk melestarikan tradisi, memperkuat ukhuwah, serta membangun kebersamaan masyarakat.
Ancak Agung merupakan salah satu tradisi budaya masyarakat Jember yang sarat dengan nilai syukur dan gotong royong. Berbagai hasil bumi dan makanan tradisional disusun dalam ancak untuk kemudian diarak bersama. Tradisi tersebut menjadi gambaran rasa syukur masyarakat atas hasil pertanian dan rezeki yang diterima sekaligus bentuk penghargaan terhadap warisan budaya yang telah berlangsung secara turun-temurun.
Kirab Ancak Agung tahun ini melibatkan 867 peserta ancak yang berasal dari berbagai unsur, mulai dari organisasi perangkat daerah (OPD), puskesmas, kelurahan, desa, sekolah, hingga lembaga kemasyarakatan. Keterlibatan berbagai unsur tersebut menunjukkan bahwa tradisi budaya dapat menjadi ruang perjumpaan masyarakat dari beragam latar belakang.
Selain mempertahankan tradisi, kegiatan tersebut juga membawa pesan tentang pentingnya menjaga hubungan sosial di tengah keberagaman. Semangat gotong royong dalam mempersiapkan ancak hingga pelaksanaan kirab menjadi bagian dari upaya memperkuat persaudaraan dan toleransi di Kabupaten Jember.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Jember, Nurul Hafid Yasin, S.STP., M.Si., mengatakan bahwa Ancak Agung memiliki nilai yang sejalan dengan upaya membangun kehidupan masyarakat yang religius, harmonis, dan saling menghargai.
"Ancak Agung bukan hanya tentang kemeriahan sebuah kirab. Di dalamnya terdapat nilai syukur, gotong royong, kebersamaan, dan penghormatan terhadap budaya. Nilai-nilai inilah yang perlu terus dijaga agar tradisi tetap hidup dan dapat dikenalkan kepada generasi berikutnya", ujar Nurul Hafid Yasin.
Menurutnya, peringatan Maulid Nabi Muhammad saw. juga menjadi kesempatan untuk mengingat kembali keteladanan Rasulullah dalam membangun kehidupan yang penuh persaudaraan dan kepedulian. Nilai tersebut dinilai relevan dengan kehidupan masyarakat Jember yang memiliki keberagaman latar belakang.
Pelaksanaan Ancak Agung pada Sabtu, 22 Agustus 2026, juga mempertemukan nilai keagamaan dengan semangat kebangsaan dalam momentum HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Perpaduan tersebut menunjukkan bahwa kecintaan terhadap agama, budaya, dan tanah air dapat berjalan beriringan.
Bagian Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Jember berharap kegiatan budaya dan keagamaan seperti Ancak Agung dapat terus menjadi ruang untuk mempererat hubungan masyarakat.
"Kami berharap semangat yang muncul dalam Ancak Agung tidak berhenti pada kegiatan hari ini. Tradisinya kita rawat, ukhuwah kita kuatkan, dan toleransi kita jaga. Dengan begitu, kebersamaan masyarakat menjadi kekuatan untuk membangun Jember yang harmonis dan sejahtera", pungkasnya. (bhi)