logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak

Ancaman Siber Mengintai Anak, Pakar dan Dinsos PPA Pemkab Jember Dorong Sinergi Pengasuhan Digital

  • 21 Juli 2026
  • Dibaca 35 Kali
Bagikan Via:
ancaman-siber-mengintai-anak-pakar-dan-dinsos-ppa-pemkab-jember-dorong-sinergi-pengasuhan-digital-20260722

Ancaman Siber Mengintai Anak, Pakar dan Dinsos PPA Pemkab Jember Dorong Sinergi Pengasuhan Digital

JEMBER, 20 JULI 2026 — Pesatnya arus media sosial dan keterbukaan akses digital dinilai menjadi tantangan terbesar dalam perlindungan anak saat ini.

Menanggapi fenomena tersebut, pakar pendidikan bersama Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Kabupaten Jember mendesak penguatan program pengasuhan digital (digital parenting).

Langkah ini dinilai penting untuk mendampingi anak di ruang siber, sekaligus mencegah pergeseran perilaku dan dampak negatif teknologi sejak dari lingkungan keluarga.

Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 menjadi momentum krusial bagi masyarakat dan pemerintah daerah untuk mengevaluasi efektivitas regulasi perlindungan anak di tingkat tapak.

Persoalan ini dikupas tuntas dalam dialog interaktif Jember Menyapa yang disiarkan langsung oleh Pro 1 RRI Jember pada Senin, 20 Juli 2026.

Dipandu oleh presenter Etty D., diskusi publik tersebut menghadirkan narasumber dari berbagai sektor.

Di antaranya adalah Kepala Bidang Perlindungan Anak Dinsos PPPA Kabupaten Jember, Sugeng Riyadi, S.E.; Pakar Pendidikan Inklusi sekaligus Penasihat Peace Leader Indonesia, Inayah Sri Wardhani; Pendidik Peace Leader Indonesia, Heru Hermanto; serta perwakilan pemuda Baha'i Banyuwangi, Ainaya Zakiyah Nabila.

Dalam perbincangan tersebut, Sugeng Riyadi memberi penekanan khusus mengenai arah kebijakan pemerintah daerah.

"Pemenuhan hak dan perlindungan anak bukan agenda formalitas belaka. Kebijakan yang sudah disusun oleh pemerintah daerah harus benar-benar menyentuh akar rumput dan terwujud dalam aksi nyata," ujar Sugeng.

Sugeng mengungkapkan, Dinsos PPPA Jember terus mengupayakan penguatan jejaring perlindungan anak. Tujuannya untuk menekan angka kekerasan, perundungan (bullying), eksploitasi, hingga pernikahan anak di bawah umur.

Namun, ia tidak memungkiri bahwa implementasi di lapangan masih menghadapi tantangan berat.

Menurut Sugeng, kunci keberhasilan perlindungan anak terletak pada sinergi antar-sektor yang melibatkan lembaga pemerintah, dunia pendidikan, organisasi masyarakat, hingga unit terkecil, yaitu keluarga.

Di sisi lain, Pakar Pendidikan Inklusi, Inayah Sri Wardhani, menyoroti pentingnya lingkungan pendidikan yang inklusif dan ramah anak.

Inayah menilai setiap anak memiliki potensi, bakat, dan latar belakang sosiokultural yang berbeda.

Oleh karena itu, sistem pendidikan diharapkan tidak menyeragamkan anak atau memperlakukan mereka sekadar sebagai objek kebijakan, melainkan mendorong mereka menjadi subjek pembangunan. (rou)

Galeri Foto