Anggota DPRD Kabupaten Jember Pastikan Bandara Notohadinegoro Aktif Pertengahan September 2025
- 09 September 2025
- Dibaca 423 Kali
Bagikan Via:
Anggota DPRD Kabupaten Jember Pastikan Bandara Notohadinegoro Aktif Pertengahan September 2025
Anggota DPRD Kabupaten Jember Pastikan Bandara Notohadinegoro Aktif Pertengahan September 2025
PPID. SEKRETARIAT DPRD KABUPATEN JEMBER, Kepastian reaktivasi Bandara Notohadinegoro sempat menjadi tanda tanya publik, pasalnya pernyataan Bupati Jember Muhammad Fawait, yang menegaskan akan mengaktifkan Bandara tersebut pada tanggal 5 September 2025.
Namun, hingga tanggal 09 September 2025, Bandara Notohadinegoro belum terlihat aktif. Bahkan, sudah ada beberapa orang yang mencoba pesan tiket, baik melalui offline maupun online, namun tidak ada informasi yang jelas tempat penjualan tiket.
Menjawab tanda tanya itu, Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Jember Ardi Pujo Prabowo menjelaskan keterlambatan operasional Bandara Notohadinegoro, karena situasi nasional yang belum membaik.
"Karena dampak dari situasi nasional yang belum membaik, maka operasional Bandara Notohadinegoro belum bisa diaktifkan," kata Ardi, ditemui media ini di ruangan Komisi C DPRD kabupaten Jember, pada Selasa (09/09/2025) siang.
Namun, Ardi berani memberikan jaminan bahwa Bandara Notohadinegoro akan diaktifkan pada pertengahan bulan September 2025.
"Kita tunggu saja, tetapi yakin akan aktif pada pertengahan September," ujarnya, dengan nada optimis.
Ardi juga memastikan, dukungan anggaran Pemkab Jember, melalui subsidi block seat, agar ada jaminan pesawat bakal terbang sesuai dengan jadwal yang ditentukan.
"Metodenya seperti apa, ya kita tunggu saja, jika nanti sudah aktif," katanya berkilah.
Pemerintah Kabupaten Jember akan melibatkan agen perjalanan umrah, haji, serta agen wisata guna mendukung peningkatan jumlah penumpang.
Dalam kesempatan berbeda, Anggota Komisi C DPRD kabupaten Jember Edy Cahyo Purnomo, akrab disapa Ipung, turut mendorong agar Pemkab Jember bersinergi dengan seluruh agen perjalanan umrah dan haji, serta para pengusaha, dalam mendukung pengoperasian bandara.
"Kolaborasi ini penting, agar jadwal penerbangan dapat berlangsung terus," katanya.
Ipung tidak ingin kasus uji coba penerbangan pada rezim sebelumnya, terus berulang.
"Kami sudah mengingatkan Pemkab Jember, agar tidak mengulangi kesalahan yang sama," ujarnya.
Rencananya, Pemkab Jember bekerjasama dengan maskapai Fly Jaya dengan pesawat jenis ATR 72-500, berkapasitas 70 kursi, yang disiapkan untuk melayani rute penerbangan dari Bandara Notohadinegoro menuju Bandara Halim Perdanakusuma.
Kata Ipung, dengan kapasitas penumpang yang cukup besar, maka terbuka peluang kerja sama, tidak hanya dengan agen-agen perjalanan di Jember, namun juga meluas ke wilayah Tapal Kuda seperti Lumajang, Situbondo, dan Bondowoso.
“Kami ingin, bukan hanya masyarakat Jember yang memanfaatkan jalur penerbangan ini, melainkan juga dari daerah sekitar," jelas Ipung.
Reaktivasi Bandara Notohadinegoro, diyakini mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi Kabupaten Jember, serta dapat meningkatkan PAD.
"Karenanya, kami akan terus melakukan koordinasi bersama segenap pihak terkait," tandasnya. (#)