logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Kaliwates

Menjaga Cahaya di Surau Kecil: Suara Guru Ngaji Muda Tegal Besar atas Kebijakan Gus Bupati Fawait

  • 19 Maret 2026
  • Dibaca 203 Kali
Bagikan Via:
menjaga-cahaya-di-surau-kecil-suara-guru-ngaji-muda-tegal-besar-atas-kebijakan-gus-bupati-fawait-20260320

Menjaga Cahaya di Surau Kecil: Suara Guru Ngaji Muda Tegal Besar atas Kebijakan Gus Bupati Fawait

JEMBER 19 MARET 2026 - Di sebuah sudut Kelurahan Tegal Besar, Kecamatan Kaliwates, Jember, lantunan ayat suci Al-Qur’an kerap terdengar dari sebuah surau kecil menjelang senja. Di tempat sederhana itulah Ali Ma’sum, seorang pemuda setempat, menapaki jalan pengabdian sebagai guru ngaji. Tanpa sorotan, tanpa pamrih besar, ia bersama banyak guru ngaji lainnya telah lama menjadi penjaga nilai-nilai moral dan spiritual di tengah masyarakat.

Bagi Ali, mengajar mengaji bukan sekadar rutinitas harian, melainkan panggilan hati. Ia menyadari bahwa dari surau kecil itulah lahir generasi masa depan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlak dan karakter yang kuat. Namun di balik ketulusan itu, tersimpan realitas yang selama ini kerap luput dari perhatian—minimnya kesejahteraan bagi para pendidik nonformal.

Perubahan mulai terasa ketika Pemerintah Kabupaten Jember di bawah kepemimpinan Muhammad Fawait meluncurkan program bantuan honor bagi guru ngaji. Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya lebih luas dalam meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidik, tidak hanya yang berada di jalur formal, tetapi juga mereka yang mengabdi di akar rumput.

Dalam wawancara pada Kamis, 19 Maret 2026, di kediamannya, Ali Ma’sum mengungkapkan rasa syukur yang mendalam atas perhatian tersebut. Baginya, program ini bukan sekadar bantuan finansial, melainkan bentuk pengakuan atas peran penting guru ngaji dalam membangun fondasi moral masyarakat.

“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Pemkab Jember, khususnya Gus Bupati Fawait. Program ini sangat berarti bagi kami. Bukan hanya membantu secara ekonomi, tapi juga menambah semangat kami untuk terus mengajar dan membimbing anak-anak,” tuturnya.

Pernyataan Ali mencerminkan suara banyak guru ngaji muda lainnya yang selama ini bergerak dalam senyap. Mereka hadir di tengah masyarakat, mengisi ruang-ruang pendidikan yang tak selalu terjangkau oleh sistem formal. Dari mengajarkan huruf hijaiyah hingga membimbing akhlak, peran mereka begitu fundamental namun kerap tidak terlihat.

Program honor guru ngaji ini menjadi titik balik yang penting. Ia tidak hanya menyentuh aspek kesejahteraan, tetapi juga membangun rasa dihargai dan diakui. Dalam konteks pembangunan daerah, kebijakan semacam ini menunjukkan bahwa pemerintah mulai melihat pendidikan secara lebih holistik. Tidak terbatas pada ruang kelas, tetapi juga mencakup ruang-ruang kecil seperti surau dan mushala.

Meski demikian, Ali menyadari bahwa langkah ini baru permulaan. Ia berharap keberlanjutan program menjadi perhatian utama, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara konsisten oleh para guru ngaji di seluruh wilayah Jember.

“Saya berharap program ini bisa terus berlanjut, tidak hanya tahun ini saja. Semoga ke depan bisa menjangkau lebih banyak guru ngaji, karena masih banyak yang mengabdi dengan penuh keikhlasan dan membutuhkan perhatian seperti ini,” ujarnya penuh harap.

Harapan tersebut menjadi cerminan dari kebutuhan nyata di lapangan. Keberlanjutan kebijakan tidak hanya akan menjaga motivasi para pendidik, tetapi juga memastikan bahwa proses pembentukan karakter generasi muda tetap berjalan dengan baik.

Di tengah berbagai tantangan sosial yang dihadapi masyarakat saat ini, keberadaan guru ngaji seperti Ali Ma’sum menjadi semakin relevan. Mereka adalah penjaga cahaya di tengah perubahan zaman. Menanamkan nilai, membangun akhlak, dan menjaga arah generasi.

Kini, dengan hadirnya kebijakan yang lebih berpihak, cahaya dari surau kecil itu tidak lagi berdiri sendiri. Ia mulai mendapat dukungan, perhatian, dan harapan baru. Dan di sanalah, di antara suara lantunan ayat yang sederhana, masa depan perlahan sedang dibentuk. Dengan lebih kuat, lebih terang, dan lebih bermakna.

Galeri Foto