Antisipasi Kekeringan 2026, BPBD Jember Distribusikan Undangan Kerja Sama ke Pemilik Sumber Mata Air
- 14 April 2026
- Dibaca 334 Kali
Bagikan Via:
Antisipasi Kekeringan 2026, BPBD Jember Distribusikan Undangan Kerja Sama ke Pemilik Sumber Mata Air
JEMBER, 14 APRIL 2026 – Pemerintah Kabupaten Jember melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mulai mengambil langkah strategis dalam mengantisipasi potensi kekeringan yang diperkirakan terjadi pada musim kemarau 2026. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan mendistribusikan surat undangan kepada sejumlah pemilik dan pengelola sumber mata air untuk menjalin kerja sama penyediaan air bersih.
Kegiatan distribusi surat undangan tersebut dilaksanakan pada Selasa 14 April 2026 sejak pukul 09.00 WIB. Tim BPBD Kabupaten Jember bergerak secara bertahap mengunjungi beberapa lokasi strategis, di antaranya Perumdam Tirta Pandalungan, Yayasan Ibnu Katsir, SMK Teknologi Balung, serta PTPN Tempurejo. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Surat Sekretaris Daerah Kabupaten Jember Nomor 005/1163/416/2025 tertanggal 10 April 2026.
Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya mitigasi bencana kekeringan yang kerap melanda sejumlah wilayah di Jember saat musim kemarau. Dengan melibatkan berbagai pihak yang memiliki akses terhadap sumber mata air, pemerintah daerah berupaya memastikan ketersediaan air bersih tetap terjaga bagi masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, tim BPBD tidak hanya mendistribusikan surat undangan, tetapi juga melakukan komunikasi awal dan survei lapangan guna melihat potensi sumber mata air yang dapat dimanfaatkan. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa seluruh surat undangan telah diterima dengan baik oleh pihak terkait, serta terdapat kesepakatan awal untuk menjalin kerja sama dalam penanganan kekeringan ke depan.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Jember, Zughrinada Wahyudi Hidayat, menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari strategi mitigasi berbasis kolaborasi. “Kami tidak bisa bekerja sendiri dalam menghadapi potensi kekeringan. Oleh karena itu, kami menggandeng berbagai pihak yang memiliki sumber daya air untuk bersama-sama memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa kerja sama ini diharapkan mampu memperkuat sistem distribusi air bersih, terutama bagi wilayah yang rawan mengalami kekeringan setiap tahunnya. Menurutnya, kesiapsiagaan sejak dini menjadi kunci dalam meminimalisir dampak bencana.
“Kami ingin memastikan bahwa ketika musim kemarau datang, kita sudah memiliki langkah konkret dan jaringan kerja yang siap bergerak. Ini bukan hanya soal respons saat terjadi krisis, tetapi bagaimana kita mempersiapkan diri jauh sebelumnya,” tambahnya.
Dengan adanya distribusi undangan dan kesepakatan awal ini, BPBD Kabupaten Jember optimistis upaya penanganan kekeringan dapat dilakukan secara lebih terencana dan efektif. Pemerintah daerah juga akan terus melakukan koordinasi lanjutan dengan dinas terkait guna memastikan implementasi kerja sama berjalan optimal.
Melalui langkah proaktif ini, diharapkan masyarakat Jember dapat terhindar dari krisis air bersih, sekaligus memperkuat ketahanan daerah dalam menghadapi potensi bencana kekeringan di masa mendatang. (bob)