Dari 6 Kategori Beasiswa Cinta Bergema, Afirmasi Ekonomi Jadi Solusi Mahasiswa Kurang Mampu di Jember
- 21 Juli 2026
- Dibaca 5 Kali
Bagikan Via:
Dari 6 Kategori Beasiswa Cinta Bergema, Afirmasi Ekonomi Jadi Solusi Mahasiswa Kurang Mampu di Jember
JEMBER, 20 Juli 2026 – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember kembali membuka pendaftaran Beasiswa Cinta Bergema tahun 2026 mulai 20 hingga 25 Juli mendatang dengan kuota sebanyak 4.200 mahasiswa. Kebijakan ini diambil untuk memberikan kesempatan kepada lulusan SMA/sederajat yang baru diterima di perguruan tinggi agar tetap bisa mengakses program beasiswa unggulan yang digagas langsung oleh Bupati Jember, Muhammad Fawait.
Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jember, Arief Tyahyono, S.E., dalam siaran langsung sosialisasi Beasiswa Cinta Bergema, Minggu (19/7/2026). Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan UIN KHAS Jember Dr. H. Khairul Faizin, M.Ag., dua mahasiswa penerima beasiswa yakni Neisya Aurelia Hakim dan Jembar Bahri Hakim, pemerhati pendidikan Dr. Ahmad Zaki Emyus, M.Pd., Sekretaris Dinas Pendidikan Nurul Hafid Yasin, S.STP, M.Si., serta tim Pokja Beasiswa Cinta Bergema, Muhammad Ridho'i, S.Pd.
Dalam paparannya, Arief menjelaskan bahwa Beasiswa Cinta Bergema memiliki skema berbeda dibandingkan beasiswa pada tahun-tahun sebelumnya. Jika sebelumnya penerima beasiswa harus diverifikasi dan diseleksi ulang setiap tahun, kini beasiswa diberikan hingga mahasiswa dinyatakan lulus, dengan batas maksimal 6 semester untuk jenjang D3 dan 8 semester untuk jenjang D4 serta S1. "Gus Bupati mengambil langkah bahwa kalau seperti itu nggak adil juga, maka beasiswa ini diberikan kepada mahasiswa sampai lulus," ujar Arief.
Ia menjelaskan bahwa program ini terbagi dalam enam kategori penerima yang dirancang untuk menjamin rasa keadilan bagi seluruh mahasiswa Jember. Kategori pertama adalah kategori prestasi. Kategori kedua adalah afirmasi ekonomi, yang sengaja tidak dinamakan kategori "miskin" agar tidak memberikan stigma negatif dan tetap menjaga harkat martabat penerima. Kategori ketiga diperuntukkan bagi guru, perangkat desa, dan perangkat daerah seperti pegawai pemerintah kabupaten. Kategori keempat adalah kategori kompetisi. Kategori kelima adalah kategori santri pondok pesantren dan hafiz Al-Qur'an. Kategori keenam adalah kategori khusus, yang menampung anak-anak kader posyandu, anak tokoh Masyarakat, termasuk saudara-saudara penyandang disabilitas.
Arief menambahkan, khusus kategori afirmasi ekonomi serta santri pondok pesantren dan hafiz Al-Qur'an, penerima tidak hanya dibantu biaya Uang Kuliah Tunggal (UKT), tetapi juga mendapatkan bantuan biaya hidup (living cost) sebesar Rp500 ribu per bulan yang dicairkan sekaligus untuk satu semester. Bantuan serupa juga diberikan kepada penerima kategori khusus, khususnya penyandang disabilitas.
Arief mengungkapkan, selama lima tahun kepemimpinan Bupati Fawait, pemerintah menargetkan penyaluran 20.000 beasiswa. Sejumlah calon penerima gugur akibat adanya sanggahan dari masyarakat. Sejumlah calon penerima gugur karena telah menerima beasiswa lain, pindah domisili keluar Jember, tidak lagi memenuhi kriteria desil kemiskinan, atau dinyatakan kampus tidak lagi memenuhi syarat akademik.
"Ayo adik-adik warga masyarakat Jember, ada 4.200 kuota beasiswa dengan 6 kategori ini yang bisa diperebutkan. Harapan Gus Bupati, tidak boleh lagi ada masyarakat Jember yang tidak kuliah karena alasan tidak mempunyai biaya," tegas Arief.
Sementara itu, Wakil Rektor III UIN KHAS Jember, Khairul Faizin, menyampaikan apresiasi atas program tersebut. Ia mengungkapkan bahwa UIN KHAS Jember tercatat sebagai perguruan tinggi dengan jumlah penerima Beasiswa Cinta Bergema terbanyak, meningkat dari sekitar 1.100 mahasiswa pada 2024 menjadi 1.489 mahasiswa pada 2025.
"Kalau ditanya perasaannya, jelas senang sekali. Kami 2025 ini menjadi perguruan tinggi terbanyak, terima kasih kepada Gus Bupati dan segenap jajaran pemerintahan, terutama melalui Dinas Pendidikan," kata Khairul. (rou)