Antrean BBM hingga 30 Menit, Kecamatan Sumbersari Dukung Kebijakan WFH
- 16 Oktober 2026
- Dibaca 7 Kali
Bagikan Via:
Antrean BBM hingga 30 Menit, Kecamatan Sumbersari Dukung Kebijakan WFH
JEMBER, 16 OKTOBER 2026 – Antrean kendaraan di sejumlah SPBU Jember memanjang hingga membutuhkan waktu sekitar 30 menit untuk satu kali antrean. Kondisi yang juga terjadi di SPBU Jalan Mastrip, Kelurahan Sumbersari, itu mendorong harapan agar kebijakan work from home (WFH) dan pembelajaran jarak jauh pada Jumat dan Senin dapat mengurangi mobilitas serta kepadatan lalu lintas.
Kebijakan (WFH) yang ditetapkan Bupati Jember Muhammad Fawait tersebut mendapat dukungan dari Kecamatan Sumbersari. Langkah ini diharapkan membantu mengurangi pergerakan kendaraan di tengah kendala distribusi bahan bakar minyak (BBM) yang berdampak pada antrean di sejumlah SPBU.
Camat Sumbersari Deni Hadiatullah, S.IP., MM., menyatakan jajarannya mendukung kebijakan tersebut dengan tetap memastikan pelayanan publik berjalan.
“Kebijakan WFH pada Jumat dan Senin yang ditetapkan Bapak Bupati Muhammad Fawait merupakan langkah tepat untuk mengurangi mobilitas dan mengurai kepadatan lalu lintas di tengah kendala distribusi BBM. Kami di Kecamatan Sumbersari mendukung penuh. Pelayanan publik tetap kami pastikan berjalan melalui penyesuaian jadwal dan sistem piket di kantor,” ujarnya, Jumat, 16 Oktober 2026.
Menurut Deni, SPBU Jalan Mastrip menjadi salah satu titik yang perlu mendapat perhatian. Antrean kendaraan roda dua maupun roda empat kerap meluber hingga ke bahu jalan dan mengganggu kelancaran lalu lintas di jalur menuju kawasan kampus dan perkantoran.
Pemilik SPBU Jalan Mastrip, Amin Harianto, mengatakan antrean panjang telah terjadi selama beberapa hari terakhir. Ia berharap kebijakan WFH yang diterapkan pemerintah daerah dapat membantu mengatasi persoalan pasokan BBM sekaligus mengurangi antrean kendaraan.
Di sisi lain, penerapan WFH perlu memperhatikan keberlangsungan layanan esensial. Hingga kini, belum ada rincian spesifik mengenai ASN yang masuk dalam skema WFH. Namun, berdasarkan pengalaman sebelumnya, ASN yang bertugas di rumah sakit dan sejumlah instansi penting yang menangani pelayanan publik tidak diwajibkan mengikuti WFH.
Sementara itu, Bupati Muhammad Fawait menjelaskan bahwa pasokan BBM untuk Kabupaten Jember pada dasarnya masih mencukupi. Antrean panjang disebut dipicu kendala teknis distribusi dari Depo Pertamina Banyuwangi menuju Jember, bukan karena kelangkaan stok.
Pemkab Jember telah berkoordinasi dengan Pertamina untuk mempercepat pemulihan distribusi, termasuk membahas alternatif jalur pasokan. Bupati juga mengimbau masyarakat agar tidak panik atau melakukan panic buying serta membeli BBM sesuai kebutuhan harian agar antrean tidak semakin panjang. (sar)