Sumur Bor 600 Meter Belum Bisa Dipakai, 125 KK di Dusun Bunder Masih Terdampak Krisis Air Bersih
- 22 September 2026
- Dibaca 39 Kali
Bagikan Via:
Sumur Bor 600 Meter Belum Bisa Dipakai, 125 KK di Dusun Bunder Masih Terdampak Krisis Air Bersih
JEMBER, 22 SEPTEMBER 2026 – Krisis air bersih belum sepenuhnya berakhir di Dusun Bunder, Desa Sumberpinang, Kecamatan Pakusari, Jember. Sebanyak 125 kepala keluarga (KK) masih membutuhkan pasokan air bersih setelah sumur warga mengalami penurunan debit, bahkan sebagian di antaranya menghasilkan air keruh bercampur lumpur.
Kondisi tersebut membuat distribusi air bersih terus dilakukan secara berkala. Pada Selasa (22/9/2026), PMI Jember kembali menyalurkan 5.000 liter air bersih ke wilayah terdampak. Distribusi kali ini menjadi penyaluran ke-42 dalam penanganan kekeringan di lokasi tersebut.
Jika ditotal, bantuan air bersih yang telah didistribusikan hingga 22 September 2026 mencapai 210.000 liter.
Dari data lapangan, warga terdampak tersebar di dua wilayah. Di RT 02/RW 13 terdapat sekitar 45 KK yang membutuhkan air bersih dari total sekitar 80 KK. Sementara di RT 03/RW 13, sekitar 80 KK dari total 100 KK membutuhkan pasokan air.
“Sebagian warga masih mengalami kesulitan mendapatkan air bersih karena sumur mengalami penurunan volume. Ada juga sumur yang airnya keruh dan bercampur lumpur sehingga tidak dapat digunakan untuk kebutuhan sehari-hari,” ujar Shofi Diaulhaq, personel TRC BPBD Jember.
Persoalan tersebut sebenarnya telah teridentifikasi sejak asesmen TRC pada 1 Juli 2026. Memasuki musim kemarau, sumber air warga di Dusun Bunder mulai mengalami penurunan. Salah satu sumber alternatif berupa sumur bor memang tersedia sekitar 600 meter dari permukiman.
Namun, sumber tersebut belum dapat dimanfaatkan secara optimal karena belum tersedia meteran listrik dan jaringan pipa yang diperlukan untuk menyalurkan air ke permukiman.
Situasi itu membuat warga masih bergantung pada sumber air yang tersedia di lingkungan sekitar, sementara kualitas dan debit air sumur warga semakin terbatas.
Pada distribusi terbaru, PMI bergerak menuju lokasi sekitar pukul 09.00 WIB dan tiba sekitar pukul 10.00 WIB. Petugas kemudian menyalurkan 5.000 liter air bersih ke tandon yang tersedia serta kepada warga terdampak.
Kegiatan selesai sekitar pukul 11.00 WIB dan berlangsung aman, lancar, serta kondusif tanpa kendala.
Shofi menjelaskan bahwa distribusi berkala masih diperlukan untuk menjaga ketersediaan air bersih bagi masyarakat selama kondisi kekeringan berlangsung.
“Untuk sementara, distribusi air bersih perlu dilakukan secara berkala agar kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama musim kemarau,” katanya.
Distribusi tersebut dilakukan dalam kerangka penanganan Status Siaga Darurat Bencana Kekeringan, Kebakaran Hutan dan Lahan Kabupaten Jember Tahun 2026, berdasarkan Surat Keputusan Bupati Jember Nomor 100.3.3.2/206/1.12/2026. Kegiatan juga menindaklanjuti permohonan bantuan air bersih dari Pemerintah Desa Sumberpinang.
BPBD Jember merekomendasikan agar distribusi air bersih kembali dilakukan setiap dua hari sekali ke lokasi terdampak. Langkah tersebut diperlukan mengingat sumber air alternatif yang berjarak sekitar 600 meter belum dapat dimanfaatkan akibat keterbatasan infrastruktur pendukung.
Penanganan di lapangan melibatkan BPBD Kabupaten Jember, PMI Jember, perangkat RT/RW, serta masyarakat. Dengan penyaluran terbaru, total bantuan air yang telah diberikan mencapai 210.000 liter.
Namun, tingginya akumulasi bantuan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa kebutuhan air bersih warga masih berlangsung. Selama sumur warga belum kembali normal dan sumber alternatif belum dapat digunakan, distribusi air menjadi salah satu upaya utama untuk menjaga pemenuhan kebutuhan dasar 125 KK di Dusun Bunder. (bob)