logo ppid jember kim
Oleh : Badan Penanggulangan Bencana Daerah

Siswa SMK Zainul Hasan Ikuti Edukasi dan Simulasi Evakuasi Gempa Bersama BPBD Jember

  • 16 September 2026
  • Dibaca 21 Kali
Bagikan Via:
siswa-smk-zainul-hasan-ikuti-edukasi-dan-simulasi-evakuasi-gempa-bersama-bpbd-jember-20260917

Siswa SMK Zainul Hasan Ikuti Edukasi dan Simulasi Evakuasi Gempa Bersama BPBD Jember

JEMBER, 16 SEPTEMBER 2026 – Kurang lebih 300 siswa kelas X SMK Zainul Hasan, Desa Balung Lor, Kecamatan Balung, Jember, mengikuti edukasi kebencanaan hingga simulasi evakuasi gempa bumi, Rabu 16 September 2026. Kegiatan tersebut dirancang tidak hanya untuk mengenalkan jenis-jenis bencana, tetapi juga melatih siswa agar mengetahui langkah yang harus dilakukan ketika bencana benar-benar terjadi.

Kegiatan yang digelar bersama BPBD Kabupaten Jember tersebut berlangsung sejak pagi hingga sore hari. Selain siswa, kegiatan juga melibatkan guru dan karyawan sekolah yang dibentuk menjadi Tim Siaga Bencana Sekolah (TSBS), serta anggota OSIS dan PMR.

Rangkaian kegiatan diawali dengan edukasi pengenalan kebencanaan kepada siswa kelas X. Tim BPBD memberikan pemahaman mengenai berbagai jenis bencana sekaligus cara menghadapi kondisi darurat. Edukasi tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kesiapsiagaan warga sekolah sejak dini.

Pada waktu yang sama, BPBD juga memberikan pembekalan kepada guru dan karyawan melalui pembentukan TSBS. Mereka dikenalkan dengan jalur evakuasi dan titik kumpul yang telah ditentukan di lingkungan sekolah.

Pemahaman mengenai jalur evakuasi menjadi salah satu bagian penting dalam simulasi. Warga sekolah diharapkan tidak hanya mengetahui keberadaan jalur tersebut, tetapi juga mampu menggunakannya secara cepat, tertib dan aman ketika terjadi keadaan darurat.

Setelah sesi edukasi, kegiatan dilanjutkan dengan gladi ruang sekitar pukul 11.00 WIB. Dalam sesi tersebut, anggota TSBS diperkenalkan dengan skenario simulasi gempa bumi serta tugas masing-masing tim.

Materi gladi ruang disampaikan oleh M. Miftachul Munir, S.T. Selanjutnya, sekitar pukul 12.15 WIB, kegiatan berlanjut dengan gladi posko yang dipandu Fikri Auzan, S.T. dan Didi Teguh Dwi Santoso, S.Sos.

Pada gladi posko, peserta tidak hanya memahami skenario secara teori, tetapi juga berlatih menjalankan peran masing-masing, termasuk penggunaan alat komunikasi HT dalam kondisi darurat sesuai alur simulasi.

M. Miftahul Munir, S.T., staf Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Jember, mengatakan simulasi menjadi sarana penting untuk membangun kesiapsiagaan warga sekolah melalui pengalaman langsung.

“Edukasi kebencanaan tidak cukup hanya dengan memberikan materi. Melalui simulasi, siswa dan warga sekolah dapat memahami apa yang harus dilakukan ketika terjadi bencana, termasuk bagaimana melakukan evakuasi menuju titik kumpul dengan tertib dan aman,” ujar Miftahul.

Puncak kegiatan berlangsung sekitar pukul 14.00 WIB melalui simulasi evakuasi bencana gempa bumi. Simulasi diikuti seluruh siswa kelas X bersama TSBS, OSIS dan PMR.

Dalam skenario tersebut, warga sekolah dilatih merespons situasi gempa, menjalankan tugas sesuai peran masing-masing dan melakukan evakuasi menuju titik kumpul yang telah ditentukan.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyusunan prosedur tetap (protap) penanggulangan bencana bersama TSBS. Pada sesi ini, BPBD bersama pihak sekolah melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan simulasi untuk melihat bagian-bagian yang perlu diperbaiki maupun diperkuat.

Evaluasi dipandu oleh Fikri Auzan, S.T., M. Miftachul Munir, S.T., dan Didi Teguh Dwi Santoso, S.Sos. Penyusunan prosedur tetap diharapkan dapat menjadi pedoman bagi sekolah ketika menghadapi kondisi kedaruratan.

Rangkaian kegiatan dimulai pukul 09.00 WIB setelah tim BPBD tiba di sekolah dan berakhir sekitar pukul 16.15 WIB. Seluruh kegiatan berlangsung di SMK Zainul Hasan, Desa Balung Lor, Kecamatan Balung.

Selain BPBD Kabupaten Jember dan pihak SMK Zainul Hasan, kegiatan tersebut juga diikuti mahasiswa magang. Tim BPBD yang bertugas terdiri dari M. Miftachul Munir, S.T., Fikri Auzan, S.T., Venny Nur Farida, S.T., Nabila Dinda Devi Aulia, S.Tr.I.P., Rizky Kusumawardani Putri, S.Geo., serta Didi Teguh Dwi Santoso, S.Sos.

Melalui kegiatan tersebut, kesiapsiagaan bencana dibangun dari lingkungan sekolah dengan melibatkan seluruh unsur, bukan hanya siswa. Pengetahuan mengenai jalur evakuasi, titik kumpul, pembagian tugas, komunikasi darurat hingga evaluasi menjadi bagian dari latihan agar warga sekolah memiliki pemahaman yang lebih konkret dalam menghadapi potensi bencana gempa bumi.

Bagi BPBD Jember, penguatan kesiapsiagaan di lingkungan pendidikan menjadi bagian penting dalam membangun budaya sadar bencana. Dengan latihan yang dilakukan secara langsung dan terstruktur, warga sekolah diharapkan lebih siap mengambil langkah yang tepat ketika menghadapi situasi darurat. (bob)

Galeri Foto