Atap dan Dinding Rumah Roboh di Patrang, BPBD Jember Turun Tangan
- 04 November 2026
- Dibaca 17 Kali
Bagikan Via:
Atap dan Dinding Rumah Roboh di Patrang, BPBD Jember Turun Tangan
JEMBER, 04 NOVEMBER 2026 – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Jember pada 1–2 November 2026 diduga menjadi penyebab robohnya sebuah rumah warga di Jalan Moch Seruji, Lingkungan Krajan, RT 002/RW 017, Kecamatan Patrang.
Menindaklanjuti laporan masyarakat melalui program Wadul Gus’e dengan ID Aduan WA.Q.0411261731349, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember menerjunkan Tim Reaksi Cepat (TRC) ke lokasi kejadian pada Rabu 04 November 2026.
Rumah yang roboh tersebut diketahui milik Sumiati, 45 tahun, yang dihuni oleh lima jiwa. Bangunan dengan ukuran sekitar 10,5 x 7,5 meter itu mengalami kerusakan kategori rusak sedang (RS), dengan kerusakan meliputi keseluruhan bagian atap, dinding rumah, hingga sejumlah perabotan rumah tangga.
Kejadian tersebut membuat keluarga Sumiati kehilangan tempat tinggal yang aman. Untuk sementara waktu, seluruh penghuni rumah terpaksa mengungsi dan tinggal bersama saudara mereka sembari menunggu penanganan lebih lanjut.
Tim TRC BPBD Kabupaten Jember tiba di lokasi sekitar pukul 13.00 WIB untuk melakukan koordinasi dengan perangkat kelurahan, RT/RW, serta masyarakat setempat. Petugas juga melaksanakan asesmen guna mengetahui tingkat kerusakan bangunan dan kebutuhan mendesak keluarga terdampak.
Sebagai bentuk respons cepat terhadap laporan masyarakat, BPBD Jember turut menyalurkan bantuan logistik untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar keluarga korban.
Bantuan yang diberikan meliputi paket sembako, Family Kit, makanan siap saji, lauk pauk, terpal, paket perlengkapan sekolah, selimut, serta bantuan sandang pria dan wanita.
Selain penyaluran bantuan, Tim Jitupasna BPBD Kabupaten Jember juga melakukan penghitungan kerugian akibat kerusakan rumah tersebut sebagai bagian dari proses pendataan dan penanganan pascabencana.
Personel TRC BPBD Kabupaten Jember, Qoidul Umam, menjelaskan bahwa penanganan dilakukan setelah adanya laporan masyarakat melalui kanal Wadul Gus’e.
“Setelah menerima laporan, tim langsung menuju lokasi untuk melakukan asesmen, berkoordinasi dengan perangkat setempat, sekaligus menyalurkan bantuan logistik bagi keluarga terdampak. Saat ini, penghuni rumah sementara tinggal bersama saudaranya,” jelas Qoidul.
Hingga Rabu sore, proses asesmen dan penyaluran bantuan telah selesai dilaksanakan. Tim Jitupasna juga telah melakukan penghitungan kerugian untuk menjadi bahan tindak lanjut penanganan.
BPBD Kabupaten Jember selanjutnya merekomendasikan agar kondisi rumah roboh tersebut diteruskan kepada dinas terkait untuk mendapatkan penanganan sesuai kewenangan dan kebutuhan keluarga terdampak.
Respons ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Jember dalam mempercepat penanganan laporan kebencanaan melalui Wadul Gus’e. Melalui koordinasi lintas unsur, pemerintah berupaya memastikan masyarakat yang terdampak bencana memperoleh bantuan dan perhatian secara cepat, terutama ketika kehilangan tempat tinggal akibat kerusakan bangunan. (bob)