logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Kaliwates

Dari Bantuan Pangan hingga UHC Gus Bupati, Harapan Pak Giman Kembali Menyala

  • 20 Maret 2026
  • Dibaca 226 Kali
Bagikan Via:
dari-bantuan-pangan-hingga-uhc-gus-bupati-harapan-pak-giman-kembali-menyala-20260321

Dari Bantuan Pangan hingga UHC Gus Bupati, Harapan Pak Giman Kembali Menyala

JEMBER 20 MARET 2026 – Di sebuah sudut permukiman sederhana di RT 02 RW 14 Lingkungan Condro Utara, Kecamatan Kaliwates, harapan itu kembali menyala. Kamis malam, 19 Maret 2026, menjadi momen yang tak terlupakan bagi Giman, seorang warga yang selama ini harus berjibaku memenuhi kebutuhan hidup di tengah keterbatasan ekonomi, sekaligus menghadapi kondisi kesehatan yang terus menurun.

Di tengah perjuangannya memenuhi kebutuhan sehari-hari, lelaki yang akrab disapa Pak Giman itu diketahui tengah sakit dan membutuhkan pengobatan berkelanjutan. Kondisi ini semakin memperberat beban hidupnya, terlebih dengan keterbatasan biaya untuk mengakses layanan kesehatan secara rutin.

Malam itu, suasana yang biasanya tenang mendadak terasa hangat. Sejumlah jajaran pemerintah hadir langsung ke rumahnya. Camat Kaliwates, Dwisunu Arinugroho, S.Sos, datang didampingi Lurah Kaliwates Abdul Khamil, S.Si, S.Sos, MM, bersama Faizah yang dikenal sebagai Srikandi Kecamatan Kaliwates, serta Amin dari DPP LSN Jember. Kehadiran mereka bukan sekadar kunjungan, melainkan membawa bantuan paket sembako yang sangat berarti bagi Pak Giman.

Bantuan ini merupakan bagian dari tindak lanjut instruksi Bupati Jember, Muhammad Fawait, yang sebelumnya menegaskan agar seluruh camat dan lurah memastikan tidak ada satu pun warga yang kekurangan bahan pokok menjelang Hari Raya Idulfitri. Program tersebut menjadi bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam menjamin kebutuhan dasar masyarakat, terutama bagi mereka yang paling terdampak secara ekonomi.

Namun lebih dari sekadar bantuan sembako, perhatian pemerintah juga menyentuh aspek kesehatan Pak Giman. Dalam kesempatan tersebut, Camat Kaliwates bersama Lurah Kaliwates menyatakan komitmennya untuk mengawal dan mendampingi Pak Giman agar bisa mendapatkan fasilitas pengobatan gratis melalui program Universal Health Coverage (UHC) yang digagas oleh Bupati Jember.

“Kami tidak hanya memastikan kebutuhan pangan, tetapi juga memastikan Pak Giman mendapatkan akses layanan kesehatan. Kami siap mendampingi hingga beliau bisa mendapatkan pengobatan gratis melalui program UHC dari Gus Bupati,” ujar Dwisunu Arinugroho dalam sesi wawancara.

Menurutnya, program UHC merupakan salah satu langkah strategis pemerintah daerah dalam menjamin seluruh masyarakat, khususnya warga kurang mampu, mendapatkan layanan kesehatan tanpa terkendala biaya. Oleh karena itu, pihak kecamatan bersama kelurahan akan aktif mengawal proses administrasi hingga pelayanan medis yang dibutuhkan benar-benar diterima oleh Pak Giman.

Bagi Pak Giman, bantuan yang datang malam itu terasa begitu lengkap—tidak hanya meringankan beban kebutuhan pokok, tetapi juga menghadirkan harapan baru atas kesembuhan penyakit yang ia derita. Dengan suara bergetar, ia menyampaikan rasa haru dan terima kasihnya.

“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur. Terima kasih kepada Bapak Bupati, Pak Camat, dan semua yang sudah peduli. Bantuan ini sangat membantu saya, apalagi saya sedang sakit. Semoga saya bisa segera berobat dan sembuh,” ungkapnya.

Ia juga berharap program seperti ini tidak berhenti sampai di sini. Menurutnya, masih banyak warga lain yang kondisinya serupa bahkan lebih sulit, yang sangat membutuhkan uluran tangan dari pemerintah.

“Saya berharap bantuan ini terus berlanjut dan benar-benar diberikan kepada warga yang memang tidak mampu seperti saya. Ini sangat berarti,” tambahnya.

Sementara itu, Dwisunu menegaskan bahwa pihaknya bersama seluruh lurah di wilayah Kecamatan Kaliwates berkomitmen penuh untuk mengawal seluruh program bantuan dari Bupati Jember agar tepat sasaran, baik di sektor sosial maupun kesehatan.

“Kami turun langsung ke lapangan untuk memastikan bantuan ini tidak salah sasaran. Termasuk memastikan warga seperti Pak Giman mendapatkan haknya, baik bantuan sembako maupun layanan kesehatan gratis,” tegasnya.

Program penyaluran sembako yang terintegrasi dengan jaminan layanan kesehatan ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat mampu menghadirkan solusi konkret di tengah tantangan yang dihadapi warga. Tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan jangka pendek, tetapi juga memberikan perlindungan jangka panjang melalui akses kesehatan yang layak.

Di balik sederhana paket sembako yang diterima, tersimpan makna besar: tentang kepedulian, tentang keberpihakan, dan tentang harapan. Bagi Pak Giman, malam itu bukan hanya tentang bantuan, tetapi tentang keyakinan bahwa dirinya tidak sendiri dalam menghadapi kehidupan.

Menjelang Hari Raya Idul Fitri, harapan itu kini tumbuh kembali, menguat bersama hadirnya perhatian yang nyata dari pemerintah.

Galeri Foto