Sumur Mengering dan Air Mulai Berbau, 120 KK di Kaliwining Jember Kesulitan Air Bersih
- 07 September 2026
- Dibaca 28 Kali
Bagikan Via:
Sumur Mengering dan Air Mulai Berbau, 120 KK di Kaliwining Jember Kesulitan Air Bersih
JEMBER, 07 SEPTEMBER 2026 โ Krisis air bersih mulai dirasakan warga Dusun Bedadung, Desa Kaliwining, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember. Sejak akhir Juli 2026, debit air sumur warga terus menurun. Sebagian sumur bahkan mulai mengering, sementara air yang masih tersedia disebut mulai mengeluarkan bau kurang sedap.
Kondisi tersebut terutama dirasakan masyarakat di wilayah RW 13 dan sebagian RW 14 yang hingga kini belum memiliki jaringan pipanisasi. Warga masih mengandalkan sumur sebagai sumber utama kebutuhan air sehari-hari, namun memasuki musim kemarau ketersediaannya semakin terbatas.
Untuk memperoleh air bersih, sebagian warga terpaksa mengambil air dari sumur bor terdekat yang berjarak sekitar satu kilometer dari permukiman. Sementara untuk kebutuhan mandi, sebagian masyarakat memanfaatkan Sungai Bedadung meski kondisi airnya keruh dan debitnya mulai berkurang.
Berdasarkan hasil pendataan di lapangan, terdapat sekitar 120 KK yang terdampak. Rinciannya, sekitar 40 KK dari 75 KK di RT 07/RW 13, sekitar 20 KK dari 70 KK di RT 08/RW 13, sekitar 40 KK dari 65 KK di RT 09/RW 13, serta sekitar 20 KK dari 50 KK di RT 11/RW 14.
Kondisi tersebut berbeda dengan RT 05 dan RT 06 yang relatif aman karena telah mendapatkan akses jaringan PDAM. Sementara di wilayah terdampak, keterbatasan sumber air membuat warga mulai kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Merespons kondisi tersebut, Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) BPBD Kabupaten Jember melakukan pendistribusian bantuan air bersih pada Senin, 07 September 2026. Tim berangkat menuju lokasi sekitar pukul 16.50 WIB dan tiba sekitar pukul 18.00 WIB untuk melakukan koordinasi sekaligus penanganan.
Sebanyak 5.000 liter air bersih didistribusikan ke tandon BPBD yang tersedia di lokasi. Bantuan tersebut ditujukan untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat yang mulai mengalami kesulitan memperoleh air.
Septa Tri Satya Budi, TRC BPBD Jember, mengatakan kondisi sumber air warga menjadi perhatian karena sebagian sumur mulai mengering dan kualitas air yang tersisa juga mulai menurun.
โDebit sumur warga mulai berkurang, sebagian bahkan mengering dan air yang tersedia mulai berbau kurang sedap. Karena itu, warga membutuhkan bantuan distribusi air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,โ ujarnya.
Selain menyalurkan air, petugas juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai kondisi kekeringan serta pentingnya menghemat penggunaan air yang tersedia.
Di lokasi telah tersedia tiga unit tandon milik BPBD serta satu unit tandon hibah BPBD yang berada di rumah Kepala Dusun. Sarana tersebut menjadi tempat penampungan untuk mendukung pemanfaatan bantuan air secara bersama-sama oleh warga terdampak.
Hingga penanganan selesai sekitar pukul 19.20 WIB, kegiatan berlangsung aman dan kondusif tanpa kendala. BPBD bersama perangkat desa, relawan dan masyarakat terus melakukan pemantauan terhadap kondisi sumber air di wilayah tersebut.
Melihat kondisi sumur yang semakin menurun, BPBD Jember merekomendasikan agar distribusi air bersih dilakukan secara berkala sebanyak 5.000 liter setiap empat hari sekali. Penanganan lebih lanjut juga akan diteruskan kepada dinas terkait untuk mencari solusi terhadap persoalan ketersediaan air bersih di wilayah terdampak.
Bagi 120 KK yang terdampak, distribusi air bersih menjadi bantuan penting di tengah semakin terbatasnya sumber air. Terlebih, sebagian warga harus menempuh jarak sekitar satu kilometer untuk mendapatkan sumber air alternatif, sementara Sungai Bedadung yang selama ini dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan tertentu juga mulai mengalami penurunan debit dan kondisi air yang keruh. (bob)