logo ppid jember kim
Oleh : Badan Penanggulangan Bencana Daerah

AWAL BENCANA KEKERINGAN DI DESA PLALANGAN, KEC. KALISAT

  • 26 Juli 2024
  • Dibaca 6425 Kali
Bagikan Via:
awal-bencana-kekeringan-di-desa-plalangan-kec-kalisat

AWAL BENCANA KEKERINGAN DI DESA PLALANGAN, KEC. KALISAT

Pada Rabu, 24 Juli 2024, pukul 13.00 WIB, telah terjadi bencana kekeringan di Desa Plalangan, Kecamatan Kalisat, Kabupaten Jember. Memasuki musim kemarau, beberapa wilayah di Kabupaten Jember, termasuk Desa Plalangan, mengalami dampak signifikan berupa kekeringan. Sumber mata air di daerah tersebut mengecil dan sumur-sumur warga mengering, sehingga mengakibatkan kekurangan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.

Di Desa Plalangan, warga terpaksa berjalan sekitar 1,5 km menuju sungai untuk mendapatkan air. Mereka sangat mengharapkan bantuan dari pemerintah dalam bentuk distribusi air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Warga yang terdampak tersebar di beberapa lokasi sebagai berikut:

- Lokasi 1: RT 01 dan RT 02 RW 10, Dusun Krajan, dengan total sekitar 40 KK (Pak RT Roni dan Pak RT Aziz).

- Lokasi 2: RT 01 RW 07, Dusun Krajan, dengan sekitar 15 KK (Pak RT Samsul Hadi).

- Lokasi 3: RT 01 RW 14, Dusun Curah Lembu, dengan sekitar 20 KK (Pak RT Iwan ¾).

Total keseluruhan warga yang terdampak mencapai sekitar 75 KK.

Upaya penanganan dimulai pada pukul 09.00 WIB ketika tim menuju lokasi terdampak. Setibanya di balai desa pada pukul 09.30 WIB, tim melakukan koordinasi dengan perangkat desa dan meninjau lokasi kekeringan. Proses asesmen, koordinasi, dan dokumentasi selesai pada pukul 11.00 WIB, dan tim kembali ke markas.

Rekomendasi untuk penanganan bencana ini meliputi distribusi air bersih ke lokasi terdampak dan penyediaan tandon air dengan kapasitas 1.200 liter di masing-masing lokasi terdampak.

Tidak ada kendala yang dilaporkan selama penanganan kejadian ini. Unsur-unsur yang terlibat dalam penanganan bencana ini meliputi BPBD Kabupaten Jember, Kaur Kesra, perangkat desa, RT/RW, dan warga setempat. Demikian laporan mengenai kejadian awal bencana kekeringan dari kami.