Desa Sukoreno, Desa Pancasila di Umbulsari yang Menjadi Simbol Toleransi Beragama
- 28 Maret 2026
- Dibaca 378 Kali
Bagikan Via:
Desa Sukoreno, Desa Pancasila di Umbulsari yang Menjadi Simbol Toleransi Beragama
JEMBER, 28 MARET 2026 — Di tengah keberagaman yang menjadi ciri khas Indonesia, Desa Sukoreno di Kecamatan Umbulsari, Kabupaten Jember, hadir sebagai contoh nyata harmoni kehidupan antarumat beragama. Desa ini dikenal luas sebagai “Desa Pancasila” karena masyarakatnya mampu hidup rukun meskipun memiliki latar belakang keyakinan yang berbeda.
Warga Desa Sukoreno terdiri dari berbagai pemeluk agama dan kepercayaan, seperti Islam, Katolik, Hindu, serta penganut kepercayaan Sapta Darma. Perbedaan tersebut tidak menjadi penghalang, melainkan menjadi kekuatan yang mempererat persaudaraan. Nilai saling menghormati dan menghargai telah tertanam kuat dalam kehidupan masyarakat sehari-hari.
Kerukunan tersebut tercermin dari berdirinya berbagai rumah ibadah dalam satu wilayah desa. Masjid, gereja, pura, hingga sanggar Sapta Darma berdiri berdampingan dan digunakan sesuai dengan keyakinan masing-masing warga. Keberadaan rumah ibadah ini menjadi simbol nyata kebebasan beragama yang dijaga bersama oleh seluruh masyarakat.
Tidak hanya dalam aspek ibadah, semangat toleransi juga terlihat dalam kehidupan sosial. Warga Desa Sukoreno terbiasa bergotong royong dalam berbagai kegiatan tanpa membedakan latar belakang agama. Mulai dari kerja bakti, kegiatan desa, hingga acara sosial, seluruh masyarakat terlibat aktif dengan rasa kebersamaan yang tinggi.
Saat perayaan hari besar keagamaan, suasana saling menghormati semakin terasa. Ketika umat Islam merayakan Idul Fitri, warga dari agama lain turut menjaga keamanan dan kenyamanan lingkungan. Begitu pula saat umat agama lain merayakan hari besar mereka, masyarakat saling mendukung dan menjaga suasana tetap damai.
Camat Umbulsari, Prihan Jadid, menyampaikan bahwa Desa Sukoreno merupakan contoh nyata penerapan nilai-nilai Pancasila di tengah masyarakat. Menurutnya, kerukunan yang terjaga di desa tersebut tidak lepas dari kesadaran warga dalam menjunjung tinggi toleransi dan kebersamaan. “Sukoreno adalah cerminan keberagaman Indonesia. Masyarakatnya mampu hidup rukun dalam perbedaan, ini yang harus terus dijaga dan menjadi teladan bagi wilayah lain,” ujarnya.
Nilai-nilai toleransi yang terus dijaga ini menjadikan Desa Sukoreno sebagai miniatur keberagaman Indonesia. Kehidupan yang harmonis membuktikan bahwa perbedaan bukanlah sumber perpecahan, melainkan fondasi untuk memperkuat persatuan.
Dengan semangat kebersamaan yang diwariskan secara turun-temurun, Desa Sukoreno terus mempertahankan identitasnya sebagai Desa Pancasila. Desa ini tidak hanya menjadi kebanggaan Kabupaten Jember, tetapi juga simbol nyata bahwa nilai-nilai Pancasila dapat hidup dan tumbuh dalam kehidupan masyarakat sehari-hari.