logo ppid jember kim
Oleh : Badan Penanggulangan Bencana Daerah

Bahu Jalan Seputih–Karangharjo Ambrol, BPBD Jember Ingatkan Ancaman Longsor Susulan

  • 18 Agustus 2026
  • Dibaca 164 Kali
Bagikan Via:
bahu-jalan-seputih-karangharjo-ambrol-bpbd-jember-ingatkan-ancaman-longsor-susulan-20260818

Bahu Jalan Seputih–Karangharjo Ambrol, BPBD Jember Ingatkan Ancaman Longsor Susulan

JEMBER, 18 AGUSTUS 2026 - Bahu jalan penghubung Desa Seputih, Kecamatan Mayang, Kabupaten Jember, menuju Desa Karangharjo, Kecamatan Silo, kembali mengalami longsor. Kondisi tersebut membuat sebagian bahu jalan ambrol dan berpotensi membahayakan pengguna jalan, terutama saat hujan turun dengan intensitas tinggi.

Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember melakukan peninjauan dan asesmen di lokasi pada Senin, 17 Agustus 2026 malam setelah menerima laporan warga melalui layanan Wadul Guse.

Muhammad Agus Shofarudin, anggota TRC BPBD Kabupaten Jember, mengatakan lokasi longsor berada di Jalan Tetelan, Desa Seputih, Kecamatan Mayang. Bahu jalan yang ambrol memiliki panjang sekitar enam meter dengan kedalaman mencapai empat meter.

“Bahu jalan penghubung dari Desa Seputih ke Desa Karangharjo ambrol. Plengsengan di bahu jalan juga ikut ambrol sekitar dua meter,” kata Agus dalam laporan asesmen BPBD Jember.

Menurut dia, kejadian tersebut bukan kali pertama terjadi. Longsor awal dilaporkan pada 8 April 2026 setelah wilayah tersebut diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Kondisi tanah yang labil turut menjadi faktor pemicu longsoran.

Material longsor dan kerusakan bahu jalan saat itu mengganggu aktivitas pengguna jalan, baik kendaraan roda dua maupun roda empat yang melintas dari arah Desa Seputih menuju Desa Karangharjo.

BPBD Jember sebelumnya telah melakukan sejumlah langkah penanganan. Pada 9 April 2026, TRC melakukan asesmen, memasang garis pengaman atau police line, memasang terpal, serta menempatkan sandbag sebagai upaya sementara untuk mencegah longsoran semakin meluas.

Namun, berdasarkan hasil pemantauan pada Senin malam, kondisi kembali memburuk. Bagian bahu jalan yang sebelumnya telah diberi sandbag kembali mengalami longsor. Sementara itu, police line dan terpal yang sebelumnya dipasang sudah tidak tersedia di lokasi.

Agus mengatakan, BPBD Jember telah menghubungi pelapor, meninjau kondisi terkini, melakukan asesmen, serta mendokumentasikan kerusakan. Tidak ada korban jiwa maupun dampak lain yang dilaporkan dalam kejadian tersebut.

BPBD mengingatkan masyarakat dan pengguna jalan agar meningkatkan kewaspadaan, khususnya ketika hujan turun. Kondisi tanah yang labil membuat lokasi tersebut masih berpotensi mengalami longsor susulan.

“Bila memasuki musim hujan, lokasi ini berpotensi terjadi longsor susulan,” ujar Agus.

BPBD Jember merekomendasikan penanganan lanjutan kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Jember. Penanganan permanen diperlukan untuk memperkuat kembali bahu jalan dan plengsengan sehingga akses penghubung antardesa dapat digunakan dengan lebih aman.

Dalam penanganan tersebut, BPBD Jember melibatkan warga sekitar. Hingga asesmen dilakukan, tidak terdapat kendala berarti dalam proses pemantauan di lokasi. (tgh)

Galeri Foto