Gus Fawait Paparkan LKPJ 2025 dalam Rapat Paripurna DPRD: Kenaikan PAD 32 Persen dan Capaian Ekonomi Tertinggi
- 01 April 2026
- Dibaca 271 Kali
Bagikan Via:
Gus Fawait Paparkan LKPJ 2025 dalam Rapat Paripurna DPRD: Kenaikan PAD 32 Persen dan Capaian Ekonomi Tertinggi
JEMBER, 01 APRIL 2026 - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jember menyelenggarakan Rapat Paripurna dengan agenda tunggal penyampaian Nota Pengantar Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Jember Tahun Anggaran 2025.
Rapat yang berlangsung di Ruang Sidang Utama Gedung DPRD Jember, pada Selasa, 31 Maret 2026 ini menjadi forum resmi bagi pihak eksekutif untuk mempertanggungjawabkan kinerja pembangunan dan pengelolaan keuangan daerah selama satu tahun anggaran kepada legislatif.
Dalam pembukaan nota pengantarnya, Bupati Jember Muhammad Fawait menekankan pentingnya sinergi kelembagaan dan penghormatan terhadap pembagian tugas antara eksekutif dan legislatif.
Bupati menegaskan dukungannya terhadap fungsi pengawasan yang melekat pada setiap anggota dewan sebagai bagian dari dinamika demokrasi yang sehat.
"DPRD memang tugasnya ngawasi, tugasnya komentar. Kalau nggak ngawasi nggak komentar justru aneh kalau anggota DPRD. Maka saya sampaikan kepada jajaran kami para kepala OPD dan jajaran untuk tidak bentar-bentar mengomentari apa yang menjadi komentar dari anggota DPRD Kabupaten Jember karena berbeda tugas, beda tugas dan beda wilayah." ujar Gus Fawait panggilan akrab Bupati Jember Muhammad Fawait.
Memasuki laporan inti keuangan, Gus Fawait memaparkan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2025 yang mencatatkan tren positif pada sisi kemandirian fiskal. Pendapatan daerah berhasil terealisasi sebesar Rp4,333 triliun atau 98,27 persen dari target.
Sementara itu, belanja daerah terealisasi 97,11 persen atau Rp4,246 triliun, dan pembiayaan daerah mencapai target sempurna 100 persen sebesar Rp561,19 miliar.
Capaian yang paling mendapatkan sorotan adalah kenaikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang meroket hingga 32 persen.
Gus Fawait menjelaskan bahwa strategi peningkatan pendapatan ini dilakukan melalui efisiensi dan inovasi layanan, bukan dengan menaikkan beban pajak masyarakat.
"Dan yang membuat bangga kita adalah bahwa pendapatan naik itu tanpa menaikkan pajak. Kalau orang menaikkan pajak wajar. Bahkan tadi saya lupa ingin menyampaikan ke dewan, saya mohon izin ada beberapa pajak yang akan kami turunkan di tahun 2027. Dan yakinlah bahwa tidak selamanya penurunan pajak itu akan mengurangi pendapatan kita" ujar Gus Fawait.
Rekor Pertumbuhan Ekonomi dan Kesejahteraan
Terkait indikator ekonomi makro, Jember mencatatkan pertumbuhan ekonomi tertinggi dalam lima tahun terakhir, bahkan melampaui rata-rata pertumbuhan ekonomi Provinsi Jawa Timur.
Pertumbuhan ini diikuti dengan perbaikan indikator kesejahteraan sosial, di mana angka kemiskinan dilaporkan berada pada level 8,07 persen dan angka pengangguran berhasil ditekan hingga ke level 3,02 persen.
Sebagai langkah antisipasi terhadap ketimpangan pendapatan akibat pertumbuhan ekonomi yang cepat, Bupati menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus berinvestasi pada kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) melalui program beasiswa yang berkelanjutan.
"Maka kami putuskan 5 tahun ke depan kami akan memberikan beasiswa kepada 20.000 anak-anak Jember sampai lulus. Itu komitmen kami karena kami yakin itu akan berdampak terhadap penurunan Indeks Gini atau ketimpangan pendapatan ketika pertumbuhan ekonomi kita dorong lebih kencang" jelas Gus Fawait.
Rapat paripurna ini juga menjadi ajang pelaporan transformasi pelayanan publik yang semakin dekat dengan masyarakat desa melalui program "Bunga Desaku" dan "Gus’e Menyapa".
Keberhasilan dalam memberikan kemudahan pelayanan administrasi kependudukan hingga ke tingkat kecamatan menjadi bukti nyata perbaikan kinerja birokrasi.
“Jember adalah kabupaten yang tidak kekurangan blangko KTP di Jawa Timur selama tahun 2025" ujar Gus Fawait.
Pariwisata dan Kesehatan Topang Ekonomi
Rapat paripurna tersebut juga menyoroti pemulihan signifikan di sektor pariwisata Jember yang kini mulai bangkit kembali.
Bupati melaporkan bahwa kunjungan wisatawan domestik ke Jember berhasil menembus peringkat 10 besar di Jawa Timur.
Hal ini didorong oleh fokus pengembangan destinasi unggulan seperti Pantai Papuma dan Watu Ulo yang mencatatkan lonjakan kunjungan fantastis pada momentum libur hari raya.
"Bahwa data terakhir yang kami terima di liburan Idul Fitri ini naik 420 persen kenaikan kunjungan yang ada di Papuma dan di Watu Ulo" ujar Gus Fawait.
Selain pariwisata, sektor kesehatan juga menunjukkan performa gemilang, khususnya RSUD dr. Soebandi yang kini diarahkan menjadi pusat "Wisata Medis" atau kesehatan.
Statusnya sebagai rumah sakit rujukan untuk wilayah Jawa Timur bagian timur telah memberikan dampak ekonomi nyata bagi daerah.
Berdasarkan laporan Bupati, pendapatan rumah sakit tersebut mengalami kenaikan signifikan dibandingkan pada awal masa jabatannya.
"RSUD Soebandi telah ditetapkan menjadi rujukan Jawa Timur bagian timur menjadi rujukan dari 7 kabupaten kota. Ini menjadi potensi dan dapat kita laporkan pendapatan selama RSUD Soebandi di awal saya menjadi bupati ada di kisaran 15 sampai 16 miliar dan di bulan Desember tahun 2025 hampir naik dua kali lipat dari pendapatan RSUD Soebandi" jelas Gus Fawait.
Penyampaian Nota Pengantar LKPJ di Gedung DPRD Jember ini merupakan langkah awal yang akan ditindaklanjuti oleh para anggota dewan melalui mekanisme pembahasan komisi dan pandangan umum guna merumuskan rekomendasi pembangunan Kabupaten Jember di masa mendatang. (gil)