Percepatan CPCL Jadi Fokus Awal Pengembangan Tebu Jember Tahun 2026
- 26 Mei 2026
- Dibaca 127 Kali
Bagikan Via:
Percepatan CPCL Jadi Fokus Awal Pengembangan Tebu Jember Tahun 2026
JEMBER, 26 MEI 2026 - Pemerintah Kabupaten Jember mulai mempercepat tahapan pengembangan kawasan perkebunan tebu Tahun Anggaran 2026 melalui koordinasi lintas sektor yang digelar di Taman Mangli Indah, Selasa 26 Mei 2026. Fokus utama kegiatan ini adalah percepatan penyusunan Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL) penerima bantuan bongkar ratoon dan perluasan tanaman tebu di seluruh wilayah Kabupaten Jember.
Kegiatan yang difasilitasi Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Jember tersebut dihadiri berbagai pihak yang terlibat langsung dalam pengembangan komoditas tebu. Mulai dari perwakilan PG Semboro, PG Glenmore, koordinator dan penyuluh pertanian lapangan (PPL), Katimker Kabupaten Jember, hingga KPTR Mitra Usaha.
Dalam forum itu, pembahasan tidak hanya berfokus pada administrasi penerima bantuan. Diskusi juga menyinggung kesiapan lahan, kesesuaian data petani, serta sinkronisasi kebutuhan di lapangan agar program pengembangan tebu dapat berjalan tepat sasaran.
Percepatan CPCL dinilai penting karena menjadi tahapan awal sebelum bantuan bongkar ratoon direalisasikan. Jika proses pendataan terlambat, pelaksanaan program dikhawatirkan tidak sesuai musim tanam yang telah ditentukan.
Program bongkar ratoon sendiri merupakan upaya peremajaan tanaman tebu yang produktivitasnya mulai menurun. Langkah ini dilakukan agar hasil panen petani tetap stabil bahkan meningkat, sekaligus mendukung kebutuhan bahan baku industri gula.
Kepala Dinas TPHP Kabupaten Jember, Drs. Moh. Djamil, M.Si., menegaskan bahwa koordinasi lintas pihak menjadi bagian penting dalam memastikan program berjalan efektif.
“Percepatan CPCL harus dilakukan bersama-sama supaya pelaksanaan bantuan bongkar ratoon dan perluasan tanaman tebu bisa tepat sasaran serta sesuai kebutuhan petani di lapangan,” ujarnya.
Menurutnya, pengembangan kawasan tebu tidak dapat dilakukan sendiri oleh pemerintah daerah. Keterlibatan pabrik gula, penyuluh, hingga kelompok tani menjadi bagian penting dalam memastikan keberhasilan program.
Selain memperkuat produktivitas perkebunan, langkah tersebut juga diharapkan mampu menjaga keberlanjutan sektor gula di Kabupaten Jember yang selama ini menjadi salah satu daerah penghasil tebu di Jawa Timur.
Melalui koordinasi ini, Pemerintah Kabupaten Jember berupaya memastikan seluruh tahapan program pengembangan tebu 2026 berjalan lebih cepat, terarah, dan mampu memberikan dampak nyata bagi petani maupun industri gula daerah. (fan)