Home Care Jember, Ketika Layanan Kesehatan Memilih Datang ke Rumah Warga
- 24 Juli 2026
- Dibaca 40 Kali
Bagikan Via:
Home Care Jember, Ketika Layanan Kesehatan Memilih Datang ke Rumah Warga
JEMBER, 24 JULI 2026 – Bagi sebagian orang, berobat ke puskesmas atau rumah sakit merupakan hal yang mudah. Namun bagi warga lanjut usia yang hidup sebatang kara, penyandang disabilitas, pasien yang terbaring sakit, hingga keluarga kurang mampu yang harus menghitung setiap rupiah untuk biaya transportasi, perjalanan menuju fasilitas kesehatan sering kali menjadi tantangan yang berat. Kondisi inilah yang mendorong Pemerintah Kabupaten Jember menghadirkan sebuah terobosan pelayanan kesehatan melalui Program Home Care, yang resmi diluncurkan di Puskesmas Sumberbaru, Jumat (24/7/2026).
Peluncuran program tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Jember, Muhammad Fawait. Menurutnya, Home Care bukan sekadar program baru, melainkan bentuk perubahan cara pemerintah dalam memberikan pelayanan. Jika selama ini masyarakat harus datang ke fasilitas kesehatan, kini tenaga kesehatanlah yang akan hadir langsung di rumah warga yang membutuhkan.
Bupati Fawait menjelaskan bahwa lahirnya Program Home Care berawal dari evaluasi terhadap pelayanan kesehatan di Kabupaten Jember. Pemerintah menemukan fakta bahwa masih banyak warga miskin yang tidak pernah memanfaatkan layanan puskesmas maupun rumah sakit. Penyebabnya bukan karena mereka merasa sehat, tetapi karena keterbatasan ekonomi. Biaya transportasi menuju fasilitas kesehatan, ditambah kebutuhan keluarga yang harus tetap dipenuhi, membuat banyak warga memilih menahan sakit daripada berobat.
"Kami menemukan bahwa persoalan kesehatan masyarakat bukan hanya soal fasilitas atau tenaga medis, tetapi juga soal akses. Ketika biaya perjalanan menjadi beban, maka pemerintah harus hadir membawa pelayanan itu sendiri," ungkapnya.
Melalui Program Home Care, sekitar 1.200 tenaga kesehatan dari berbagai puskesmas di Kabupaten Jember akan diterjunkan secara bertahap untuk melakukan kunjungan langsung ke rumah-rumah warga. Mereka akan memberikan pemeriksaan kesehatan dasar, pemantauan kondisi pasien, edukasi kesehatan, hingga pelayanan medis ringan tanpa dipungut biaya.
Apabila hasil pemeriksaan menunjukkan pasien membutuhkan penanganan lanjutan, tenaga kesehatan akan memanfaatkan sistem telemedicine. Dengan teknologi tersebut, pasien dapat berkonsultasi langsung dengan dokter umum, dokter spesialis, bahkan dokter subspesialis yang berada di rumah sakit tanpa harus melakukan perjalanan jauh. Sistem ini diharapkan mampu mempercepat penanganan sekaligus mengurangi keterlambatan diagnosis penyakit.
Pemerintah Kabupaten Jember juga menyiapkan dukungan sosial bagi keluarga penerima manfaat. Selain pelayanan kesehatan, keluarga kurang mampu yang menjadi sasaran Program Home Care direncanakan memperoleh bantuan sembako sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap kebutuhan dasar masyarakat. Langkah tersebut menunjukkan bahwa persoalan kesehatan tidak dapat dipisahkan dari kondisi sosial dan ekonomi keluarga.
Dalam kesempatan itu, Bupati Fawait mengakui bahwa tantangan terbesar pada tahap awal pelaksanaan program adalah keterbatasan armada operasional. Pemkab Jember hanya mampu menyediakan sekitar sepuluh kendaraan baru, sementara kebutuhan di lapangan mencapai puluhan unit tambahan.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, pemerintah mengambil langkah strategis dengan mengoptimalkan aset daerah. Kendaraan dinas milik sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD), termasuk kendaraan operasional para camat, dialihkan sementara untuk mendukung layanan Home Care. Armada tersebut nantinya tidak hanya digunakan mengantar tenaga kesehatan ke rumah pasien, tetapi juga dimanfaatkan oleh tiga rumah sakit daerah untuk mengantar pasien kurang mampu kembali ke rumah setelah selesai menjalani perawatan.
Langkah tersebut mencerminkan komitmen Pemerintah Kabupaten Jember dalam menempatkan pelayanan masyarakat sebagai prioritas utama dibandingkan penggunaan fasilitas kedinasan.
Pada kesempatan yang sama, Bupati Muhammad Fawait menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan terhadap pelaksanaan Program Home Care, mulai dari Wakil Menteri, Wakil Kepala BP Taskin, Anggota DPR RI Fraksi Gerindra Kawendra Lukistian, jajaran kepala OPD, kepala puskesmas, hingga ribuan tenaga kesehatan yang siap menjalankan tugas di lapangan.
Di tengah berbagai keterbatasan, mereka tetap menunjukkan semangat untuk menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih merata bagi seluruh masyarakat Jember.
Mengakhiri sambutannya, Bupati Fawait menyampaikan harapan agar Program Home Care menjadi simbol perubahan paradigma pelayanan publik di bidang kesehatan. Menurutnya, pelayanan terbaik bukan hanya menyediakan rumah sakit yang megah, tetapi memastikan masyarakat yang paling membutuhkan benar-benar mendapatkan akses layanan.
"Kalau selama ini dokter keluarga identik dimiliki kalangan mampu, maka kami ingin masyarakat kurang mampu di Jember juga merasakan hal yang sama. Pemerintah harus hadir lebih dekat, lebih cepat, dan lebih peduli terhadap warganya," tegasnya.
Peluncuran Program Home Care menjadi salah satu langkah nyata Pemerintah Kabupaten Jember dalam memperkuat pelayanan kesehatan berbasis masyarakat. Dengan menghadirkan tenaga kesehatan langsung ke rumah warga, memanfaatkan teknologi telemedicine, serta didukung armada pelayanan dan bantuan sosial, program ini diharapkan mampu menghapus hambatan akses kesehatan sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Lebih dari sekadar layanan medis, Home Care menjadi wujud nyata kehadiran pemerintah di tengah masyarakat yang membutuhkan. (Opk)