Bakesbangpol Jember Pastikan Home Care Menjangkau Warga Rentan di Sumberjambe
- 25 September 2026
- Dibaca 2 Kali
Bagikan Via:
Bakesbangpol Jember Pastikan Home Care Menjangkau Warga Rentan di Sumberjambe
JEMBER, 25 September 2026 — Pelayanan kesehatan berbasis masyarakat melalui program Home Care Pemerintah Kabupaten Jember terus mendapat pengawasan di lapangan. Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Jember melakukan monitoring pelaksanaan Home Care di Kecamatan Sumberjambe untuk memastikan layanan kesehatan menyentuh warga yang membutuhkan, khususnya kelompok rentan.
Monitoring dipimpin Kepala Bidang Ketahanan Ekonomi, Sosial Budaya, Agama, dan Organisasi Kemasyarakatan Bakesbangpol Jember, Mega Wulandari, S.STP., M.M., bersama Kepala Bidang Ideologi, Wawasan Kebangsaan, dan Karakter Bangsa Teguh Kurniawan, S.Sos., serta dua orang staf Bakesbangpol Kabupaten Jember.
Kegiatan tersebut dilaksanakan bersama Camat Sumberjambe Umar Faruq, S.P., dan Kepala Puskesmas Sumberjambe dr. Ade Brillian Basuki. Tim turun langsung mendatangi sejumlah penerima layanan untuk melihat pelaksanaan pemeriksaan sekaligus memantau kondisi kesehatan masyarakat secara berkelanjutan.
Sejumlah sasaran yang dikunjungi mencakup kelompok masyarakat dengan kebutuhan pelayanan kesehatan berbeda. Tim mendatangi tokoh agama sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Ulum, Ustaz Muhlis, di wilayah Panggung Tinggi.
Selain itu, monitoring menyasar Dani, warga Dusun Plalangan, Desa Plerean, sebagai penerima layanan dari kelompok penyandang disabilitas. Tim juga mengunjungi Surami, warga Dusun Plenggian, Desa Plerean, yang masuk kategori lanjut usia dengan kartu keluarga tunggal.
Sasaran berikutnya adalah M. Syarif Muhtar, balita yang masuk pemantauan stunting, di Dusun Panggung Pinang, Desa Plerean. Tim kemudian mendatangi Siti Widartik, warga Dusun Krajan, Desa Plerean, yang masuk kategori ibu hamil risiko tinggi (bumil resti).
Monitoring juga dilakukan terhadap Maryam, warga Dusun Krajan, Desa Plerean, yang memiliki penyakit menahun dan membutuhkan pemantauan kesehatan secara berkelanjutan.
Dalam kunjungan tersebut, petugas kesehatan melakukan pemeriksaan dan pemantauan terhadap kondisi masing-masing sasaran. Pendekatan langsung ke rumah atau lokasi penerima manfaat menjadi bagian penting untuk mengetahui kondisi faktual di lapangan sekaligus memastikan kebutuhan layanan kesehatan dapat ditindaklanjuti.
Kegiatan monitoring tidak hanya berorientasi pada pemeriksaan sesaat, tetapi juga memastikan adanya kesinambungan antara pelayanan kesehatan, pemantauan kondisi penerima manfaat, serta koordinasi antara pemerintah kecamatan dan fasilitas kesehatan.
Mega Wulandari mengatakan, keberadaan Home Care merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam memberikan pelayanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat.
“Home Care tidak hanya tentang mendatangi dan memeriksa masyarakat, tetapi memastikan warga yang membutuhkan mendapatkan perhatian dan pendampingan secara berkelanjutan. Karena itu, monitoring di lapangan penting untuk melihat langsung kondisi penerima manfaat sekaligus memastikan koordinasi antarunsur pemerintah berjalan dengan baik,” ujar Mega.
Menurutnya, kelompok seperti penyandang disabilitas, lansia, balita yang membutuhkan pemantauan tumbuh kembang, ibu hamil risiko tinggi, serta masyarakat dengan penyakit menahun memerlukan perhatian yang konsisten.
“Kami ingin memastikan program ini benar-benar hadir dan dirasakan masyarakat. Setiap temuan di lapangan menjadi bahan untuk memperkuat koordinasi dan tindak lanjut, sehingga pelayanan tidak berhenti pada satu kali kunjungan, tetapi berkesinambungan sesuai kebutuhan warga,” tambahnya.
Bakesbangpol Jember menilai monitoring lapangan juga menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah kecamatan, puskesmas, serta unsur masyarakat. Dengan koordinasi tersebut, berbagai persoalan yang ditemukan dalam pelaksanaan pelayanan dapat segera dikomunikasikan dan ditindaklanjuti sesuai kewenangan masing-masing.
Melalui monitoring Home Care di Sumberjambe, pemerintah daerah kembali menegaskan pentingnya pelayanan publik yang hadir secara langsung di tengah masyarakat. Pemeriksaan kesehatan, pemantauan kondisi penerima manfaat, dan kesinambungan pendampingan menjadi bagian dari upaya memastikan kelompok rentan tidak terlewat dari jangkauan pelayanan kesehatan.(but)