logo ppid jember kim
Oleh : Badan Penanggulangan Bencana Daerah

Banjir Meluas di Kabupaten Jember, Ribuan KK Terdampak dan Satu Warga Meninggal Dunia

  • 13 Februari 2026
  • Dibaca 2045 Kali
Bagikan Via:
banjir-meluas-di-kabupaten-jember-ribuan-kk-terdampak-dan-satu-warga-meninggal-dunia-20260213

Banjir Meluas di Kabupaten Jember, Ribuan KK Terdampak dan Satu Warga Meninggal Dunia

BPBD Kabupaten Jember melaporkan kejadian bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Jember pada Kamis, 12 Februari 2026 hingga Jumat, 13 Februari 2026. Banjir terjadi sejak pukul 18.00 WIB hingga sekitar pukul 10.00 WIB keesokan harinya akibat hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Jember selama berjam-jam. Kejadian ini berdampak pada sembilan kecamatan dan 20 desa atau kelurahan dengan total kepala keluarga terdampak mencapai 5.063 KK. Selain kerugian material, bencana ini juga mengakibatkan satu korban meninggal dunia di Kecamatan Rambipuji.

Berdasarkan data rekapitulasi dampak, banjir melanda Kecamatan Sukorambi, Rambipuji, Kalisat, Kaliwates, Bangsalsari, Ajung, Balung, Wuluhan, dan Panti. Jumlah pengungsi tercatat sebanyak 496 jiwa yang tersebar di beberapa titik pengungsian, terutama di Kecamatan Rambipuji dan Balung. Selain permukiman warga, bencana banjir juga berdampak pada infrastruktur dengan rincian empat rumah mengalami rusak ringan serta sejumlah fasilitas umum terdampak, antara lain tiga jembatan, satu pondok pesantren, dan satu masjid. Banjir juga menyebabkan gangguan aktivitas masyarakat akibat terendamnya akses jalan dan kemacetan lalu lintas di beberapa lokasi.

Peristiwa banjir dipicu oleh hujan deras yang berlangsung sejak siang hingga malam hari, sebagaimana peringatan kewaspadaan cuaca ekstrem yang sebelumnya dirilis oleh BMKG untuk wilayah Jawa Timur periode 10–20 Februari 2026. Curah hujan tinggi menyebabkan kenaikan debit air di sejumlah sungai utama, di antaranya Sungai Dinoyo, Kaliputih, Kaliklepuh, Kalijompo, Bedadung, serta beberapa aliran sungai lainnya. Pada pukul 18.00 WIB, air sungai mulai meluap ke permukiman warga dan terus meningkat hingga ketinggian antara 30 sentimeter hingga 2 meter. Luapan tersebut merendam rumah warga, merobohkan jembatan, serta menutup akses jalan utama.

Dampak terparah terjadi di Kecamatan Rambipuji dengan jumlah terdampak mencapai ribuan kepala keluarga. Di wilayah tersebut juga tercatat satu korban meninggal dunia akibat tersengat aliran listrik saat membersihkan rumah yang terdampak banjir. Selain Rambipuji, Kecamatan Balung, Wuluhan, dan Bangsalsari juga mengalami dampak signifikan dengan ratusan kepala keluarga terdampak. Sejumlah jembatan putus di Kecamatan Panti dan Sukorambi turut memperparah kondisi dan menghambat mobilitas warga.

Dalam penanganan darurat, BPBD Kabupaten Jember bersama unsur terkait melakukan pemantauan, evakuasi warga, pembersihan material banjir, serta pendistribusian bantuan logistik. Posko tanggap darurat banjir telah didirikan di Masjid Jami’ Wasilatunnajah Curahmalang, Kecamatan Rambipuji, serta dapur umum dan dapur mandiri di beberapa desa terdampak. Hingga saat ini, tim gabungan yang terdiri dari BPBD, TNI/Polri, PMI, Basarnas, Dinsos, relawan, dan masyarakat setempat masih terus melakukan penanganan di lokasi terdampak.

BPBD Kabupaten Jember merekomendasikan agar penanganan diprioritaskan di wilayah Kecamatan Rambipuji sebagai daerah dengan dampak terluas. Selain itu, distribusi logistik bagi warga terdampak di Kecamatan Bangsalsari dan Wuluhan terus diupayakan. Pemerintah daerah juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem susulan. Dengan koordinasi lintas sektor, diharapkan penanganan bencana dapat berjalan optimal dan kondisi masyarakat segera pulih.

Galeri Foto