logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Kaliwates

Belasan Siswa Diduga Keracunan MBG, Camat Kaliwates dan Jajaran Sidak Dapur SPPG Al Mubarok

  • 21 Mei 2026
  • Dibaca 1181 Kali
Bagikan Via:
belasan-siswa-diduga-keracunan-mbg-camat-kaliwates-dan-jajaran-sidak-dapur-sppg-al-mubarok-20260522

Belasan Siswa Diduga Keracunan MBG, Camat Kaliwates dan Jajaran Sidak Dapur SPPG Al Mubarok

JEMBER, 21 MEI 2026 – Dugaan kasus keracunan makanan menimpa belasan siswa jenjang PAUD dan TK di wilayah Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember, usai mengonsumsi sajian dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), Kamis (20/05/2026). Menindaklanjuti insiden tersebut, Camat Kaliwates, Dwi Sunu Arinugroho, langsung inspeksi mendadak atau sidak ke dapur pengolah makanan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Al Mubarok, sebagai langkah cepat pengecekan dan penegakan standar keamanan pangan .

Didampingi unsur Muspika, petugas kesehatan, dan tim pengawas program, Dwi Sunu Arinugroho meninjau langsung seluruh proses pengolahan, penyimpanan bahan baku, kebersihan peralatan, hingga sistem pengemasan dan pengiriman makanan yang disiapkan SPPG tersebut. Pemeriksaan dilakukan secara teliti mengingat laporan yang masuk menyebutkan ada sekitar 18 siswa yang mengalami keluhan kesehatan berupa mual, muntah, sakit perut, hingga demam sesaat setelah menyantap makanan program tersebut sehari sebelumnya .

“Mendapat laporan ada anak-anak yang sakit, kami langsung turun ke lokasi. Prioritas utama kami adalah memastikan keamanan dan kesehatan anak-anak. Kami harus tahu persis di mana letak kekurangannya, apakah dari bahan baku, cara pengolahan, kebersihan, atau penyajian. Tidak ada kompromi soal standar higienitas,” tegas Dwi Sunu Arinugroho saat memimpin sidak.

Ia menjelaskan, saat ini sebagian siswa yang terdampak sudah mendapatkan penanganan medis di Puskesmas maupun Rumah Sakit Kaliwates dan kondisinya mulai membaik. Pihak kecamatan meminta penjelasan lengkap serta dokumen kelayakan dari pengelola SPPG Al Mubarok, sekaligus mengambil sampel makanan dan bahan baku untuk diperiksa lebih lanjut di laboratorium guna mengetahui penyebab pasti kejadian tersebut .

Kepada pengelola, Dwi Sunu memberikan teguran keras dan meminta perbaikan menyeluruh. “Program ini tujuannya mulia, memberi gizi baik untuk anak. Tapi jika ada kelalaian yang membahayakan kesehatan, kami akan ambil langkah tegas sesuai aturan. Pelayanan harus aman, bersih, dan berkualitas,” tambahnya.

Sementara itu, pengelola SPPG Al Mubarok menyatakan siap bekerja sama penuh dan meminta maaf atas kejadian yang menimpa para siswa. Mereka berjanji akan memperbaiki seluruh sistem kerja dan meningkatkan pengawasan agar insiden serupa tidak terulang lagi.

Hingga berita ini diturunkan, kegiatan sidak masih berlangsung. Hasil pemeriksaan dan tindak lanjut yang akan diambil pemerintah kabupaten akan disampaikan segera setelah laporan lengkap diterima. Pemerintah daerah menegaskan akan terus mengawasi ketat seluruh dapur pengolah MBG di Jember agar program ini tetap berjalan aman dan bermanfaat bagi masyarakat. (fik)

Galeri Foto