Belum Semua Desa/Kecamatan Kantongi SK Forum Anak, Jadi Sorotan Pelatihan Profil Data Gender dan Anak Jember
- 09 Juli 2026
- Dibaca 10 Kali
Bagikan Via:
Belum Semua Desa/Kecamatan Kantongi SK Forum Anak, Jadi Sorotan Pelatihan Profil Data Gender dan Anak Jember
JEMBER, 8 Juli 2026 – Kabupaten Jember masih menghadapi kendala minimnya data disabilitas yang lengkap, padahal data tersebut diperlukan untuk mendukung intervensi perlindungan anak, remaja, dan disabilitas secara efektif. Evaluasi kabupaten layak anak pun menunjukkan belum semua desa atau kecamatan memiliki SK forum anak, padahal forum tersebut menjadi indikator penting dalam penilaian.
Persoalan itu mengemuka dalam Pelatihan Penyusunan Profil Data Gender dan Anak yang digelar Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Kabupaten Jember, Selasa, 7 Juli 2026, di Hotel Royal Jember. Kegiatan ini diikuti sekitar 50 peserta dari instansi yang membidangi data gender dan anak.
Dalam sambutannya, Kepala Bidang Perlindungan Anak Sugeng Riyadi, S.E., menyampaikan bahwa tiga pemateri dihadirkan untuk memberikan strategi penyusunan profil data anak lintas instansi, guna meningkatkan efektivitas perlindungan anak, pemberdayaan perempuan, dan penanganan sosial bagi disabilitas di desa. Kegiatan difasilitasi anggaran APBD yang dikelola Dinsos PPPA. "Harapannya, informasi ini bermanfaat bagi peserta dalam melaksanakan tugas di instansi masing-masing," ujarnya.
Sementara itu, Drs. Joko Sutriswanto, M.Si, dari Yayasan Keluarga Indonesia Layak Anak menyampaikan pentingnya data terpilah yang akurat sebagai dasar kebijakan perlindungan anak, guna membantu pemerintah daerah merancang program responsif bagi perempuan dan anak. "Data yang lengkap dan terpilah bukan sekadar angka administratif, melainkan fondasi bagi kebijakan agar benar-benar menyentuh kelompok yang membutuhkan perlindungan khusus," ujarnya.
Ia mencontohkan penggunaan data terpilah untuk menentukan isu gender: 65 persen UMKM dikelola perempuan, namun hanya 30 persen di antaranya yang bisa mengakses dana pinjaman. "Ini menunjukkan rendahnya akses perempuan terhadap permodalan formal dibandingkan laki-laki," jelasnya.
Dalam pelatihan ini menghadirkan pula narasumber dari Pusat Studi Gender (PSG) Universitas Jember, Dr. Linda Dwi Eriyanti dan L. Dyah Purwita Wardani, S.S., M.A., Turut hadir Sekretaris Dinsos PPPA Sri Rahayu Wilujeng, S.E., M.M., yang membuka acara tersebut. (rou)