Berdayakan Ekonomi Akar Rumput, Kecamatan Ledokombo Luncurkan Program “Lokus” untuk Dongkrak UMKM Lokal
- 22 Mei 2026
- Dibaca 493 Kali
Bagikan Via:
Berdayakan Ekonomi Akar Rumput, Kecamatan Ledokombo Luncurkan Program “Lokus” untuk Dongkrak UMKM Lokal
JEMBER, 22 MEI 2026 – Pemerintah Kecamatan Ledokombo terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sektor ekonomi kerakyatan melalui peluncuran program inovatif bertajuk "Lokus" (Ledokombo UMKM Sukses) pada Jumat, 22 Mei 2026. Program tersebut menjadi langkah strategis pemerintah kecamatan dalam mendorong pengembangan dan pemberdayaan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar mampu tumbuh lebih mandiri, profesional, dan berdaya saing.
Peluncuran program Lokus diawali dengan kegiatan field monitoring atau kunjungan lapangan di Desa Sumber Lesung, Kecamatan Ledokombo. Pada kegiatan perdana tersebut, jajaran Kecamatan Ledokombo melakukan pendampingan langsung terhadap salah satu pelaku UMKM lokal, yakni usaha produksi camilan keripik pisang dan marning bermerek “Widia”.
Program Lokus dirancang sebagai bentuk pendampingan terpadu berbasis strategi 3M, yakni Mendata, Monitoring, dan Marketing. Melalui pendekatan tersebut, pemerintah kecamatan tidak hanya melakukan pendataan administrasi usaha, tetapi juga memastikan pelaku UMKM memperoleh pembinaan berkelanjutan hingga dukungan pemasaran produk.
Dalam tahap Mendata, tim kecamatan melakukan pemetaan menyeluruh terhadap kondisi usaha masyarakat, mulai dari legalitas, kapasitas produksi, hingga kebutuhan riil yang dihadapi para pelaku usaha. Selanjutnya, pada tahap Monitoring, pemerintah memberikan pendampingan terkait peningkatan kualitas produk, standar higienitas, desain kemasan, hingga fasilitasi pengurusan legalitas usaha seperti Nomor Induk Berusaha (NIB), PIRT, dan sertifikasi halal.
Sementara itu, pada aspek Marketing, program Lokus diarahkan untuk membantu perluasan akses pasar produk UMKM melalui pemanfaatan media digital, publikasi pemerintah, hingga keterlibatan produk lokal dalam berbagai agenda resmi pemerintahan.
Camat Ledokombo, Nino Eka Putra Wahyu Ramadhonni, S.STP., M.Si., menegaskan bahwa program Lokus lahir sebagai bentuk keberpihakan pemerintah terhadap penguatan ekonomi masyarakat dari level paling bawah.
“UMKM merupakan tulang punggung ekonomi masyarakat. Melalui program Lokus, kami ingin memastikan para pelaku UMKM di Ledokombo mendapatkan pendampingan nyata dan berkelanjutan, bukan hanya sekadar pendataan administratif. Pemerintah hadir untuk membantu mereka berkembang, naik kelas, dan memiliki daya saing yang lebih luas,” ujarnya.
Ia menambahkan, penguatan UMKM menjadi bagian penting dalam membangun ketahanan ekonomi daerah, terutama di tengah tantangan ekonomi yang terus berkembang. Menurutnya, potensi produk lokal Ledokombo memiliki kualitas yang tidak kalah dengan produk luar daerah apabila mendapatkan pembinaan dan akses pemasaran yang tepat.
“Kami ingin produk-produk lokal Ledokombo mampu menjadi identitas kebanggaan daerah. Karena itu, sinergi antara pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan pelaku usaha harus terus diperkuat agar UMKM benar-benar menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, pemilik UMKM “Widia”, Ibu Widia, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan pendampingan yang diberikan Pemerintah Kecamatan Ledokombo melalui program Lokus. Ia mengaku selama ini pelaku UMKM sering menghadapi kendala dalam pengembangan usaha, terutama terkait pemasaran dan peningkatan kualitas kemasan produk.
“Dengan adanya program ini, kami merasa sangat terbantu karena pemerintah turun langsung melihat kondisi usaha kami. Harapannya, produk kami bisa semakin dikenal luas dan penjualannya meningkat. Kami juga mendapatkan banyak masukan untuk pengembangan usaha ke depan,” ungkapnya.
Melalui peluncuran program Lokus, Pemerintah Kecamatan Ledokombo berharap seluruh potensi UMKM di wilayahnya dapat berkembang secara optimal dan mampu menjadi penggerak utama perekonomian masyarakat. Pendampingan yang berkesinambungan diharapkan mampu menciptakan UMKM lokal yang lebih adaptif, inovatif, serta memiliki daya saing tinggi di pasar regional maupun nasional. (yus)