logo ppid jember kim
Oleh : Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM

BKPSDM Jember Perkuat Kompetensi Tenaga Kesehatan melalui Program Kopi Manis

  • 06 Oktober 2026
  • Dibaca 28 Kali
Bagikan Via:
bkpsdm-jember-perkuat-kompetensi-tenaga-kesehatan-melalui-program-kopi-manis-20261007

BKPSDM Jember Perkuat Kompetensi Tenaga Kesehatan melalui Program Kopi Manis

JEMBER, 06 OKTOBER 2026 – Ketika menyangkut keselamatan ibu dan bayi, setiap detik memiliki arti. Ketepatan tindakan dan keterampilan tenaga kesehatan menjadi bagian penting dalam memastikan penanganan berjalan cepat dan tepat, terutama saat menghadapi kondisi kegawatdaruratan maternal dan neonatal.

Karena itu, peningkatan kompetensi tenaga kesehatan terus didorong Pemerintah Kabupaten Jember melalui Badan Kepegawaian Dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) meluncurkan kembali program Kopi Manis. Kegiatan tersebut dilaksanakan melalui kegiatan magang bagi tenaga kesehatan puskesmas di RSD dr. Soebandi Jember.

Pembukaan magang Kopi Manis berlangsung Senin, 05 Oktober 2026 di RSD dr. Soebandi Jember. Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan tenaga kesehatan dari 10 puskesmas yang berada dalam wilayah naungan RSD dr. Soebandi.

Program tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Jember, UPT Balai Diklat KKB Jember, STIKes Bakti Al-Qodiri, dan RSD dr. Soebandi.

Melalui magang intensif, tenaga kesehatan puskesmas memperoleh kesempatan untuk belajar secara langsung di lingkungan rumah sakit. Pembelajaran tidak hanya memperkuat pemahaman teori, tetapi juga memberikan pengalaman praktik, khususnya dalam menghadapi dan menangani kegawatdaruratan maternal dan neonatal.

Kepala Bidang Pengembangan Kompetensi Aparatur BKPSDM Jember, Artiantyo Wirjo Utomo, S.Psi., M.M., mengatakan penguatan kompetensi tenaga kesehatan menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Menurutnya, proses pembelajaran melalui magang diharapkan mampu memperkuat pengetahuan, keterampilan, sekaligus kesiapan tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan.

“Melalui proses belajar dan praktik secara langsung ini, diharapkan kompetensi tenaga kesehatan semakin kuat, termasuk dalam penanganan kegawatdaruratan maternal dan neonatal,” ujarnya.

Penguatan kompetensi tersebut juga diharapkan dapat mendukung koordinasi dan kesiapan sistem rujukan antara fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama dengan rumah sakit.

Dengan kompetensi yang terus ditingkatkan, pelayanan kesehatan ibu dan anak di Kabupaten Jember diharapkan semakin responsif, terintegrasi, dan mampu memberikan penanganan yang tepat bagi masyarakat yang membutuhkan. (dik)

Galeri Foto