Blusukan ke Pasar Tanjung, Gus Fawait Ajak Pedagang Berbincang Langsung dan Dengarkan Keluhan dari Dekat
- 16 September 2026
- Dibaca 22 Kali
Bagikan Via:
Blusukan ke Pasar Tanjung, Gus Fawait Ajak Pedagang Berbincang Langsung dan Dengarkan Keluhan dari Dekat
JEMBER, 16 SEPTEMBER 2026 - Suasana Pasar Tanjung Jember kembali menjadi perhatian publik. Di tengah aktivitas perdagangan yang berlangsung sejak pagi, Bupati Jember Muhammad Fawait atau yang akrab disapa Gus Fawait bersama jajaran Dinas Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah dan Perdagangan (Diskopumdag) Kabupaten Jember turun langsung ke tengah-tengah pedagang, Rabu 16 September 2026.
Kehadiran Gus Fawait tidak dilakukan dalam suasana seremoni atau pertemuan formal di sebuah ruangan. Ia memilih berjalan menyusuri kawasan pasar, menyapa pedagang dari satu titik ke titik lainnya, serta mengajak mereka berbincang secara langsung mengenai kondisi perdagangan dan persoalan yang mereka hadapi sehari-hari.
Blusukan tersebut menjadi momentum untuk membangun komunikasi yang lebih dekat antara pemerintah daerah dan para pelaku usaha di pasar tradisional. Pedagang tidak hanya diposisikan sebagai objek kebijakan, tetapi juga sebagai pihak yang sehari-hari merasakan secara langsung bagaimana kondisi Pasar Tanjung dan denyut perekonomian di dalamnya.
Gus Fawait bersama jajaran Diskopumdag tampak menyambangi sejumlah pedagang, berbincang mengenai aktivitas jual beli, kondisi lapak, hingga berbagai persoalan yang berkaitan dengan keberlangsungan usaha. Dialog dilakukan secara langsung dengan suasana yang lebih cair sehingga pedagang dapat menyampaikan kondisi mereka tanpa harus menunggu agenda pertemuan resmi.
Bagi pemerintah daerah, pola komunikasi semacam ini penting karena pasar tradisional bukan sekadar tempat berlangsungnya transaksi antara pedagang dan pembeli. Pasar merupakan ruang ekonomi yang menghidupi banyak keluarga, mulai dari pedagang kios, pedagang los, pedagang kaki lima, buruh angkut, pengelola parkir, hingga pelaku usaha lain yang menggantungkan pendapatan dari ramainya aktivitas perdagangan.
Di tengah hiruk-pikuk transaksi, suara pembeli, aktivitas bongkar muat, serta pedagang yang menawarkan dagangannya, pemerintah dapat melihat secara langsung dinamika yang mungkin tidak sepenuhnya terlihat ketika persoalan hanya dibahas melalui rapat di kantor.
Pasar memiliki karakter yang berbeda dengan ruang birokrasi. Persoalan yang muncul sering kali berkaitan satu sama lain. Penataan lapak, akses pembeli, kebersihan, distribusi barang, parkir, keamanan, harga komoditas, hingga pendapatan pedagang saling berhubungan. Karena itu, mendengarkan pedagang secara langsung menjadi bagian penting dalam memahami persoalan pasar secara utuh.
Seperti yang disampaikan Bupati Jember, Gus Muhammad Fawait, S.E, M. Sc. dalam kegiatan blusukan di pasar tanjung yaitu memastikan apakah aduan dan kondisi secara langsung benar-benar terjadi “hari ini saya bersama teman-teman turun langsung ke Pasar Tanjung karena Kami ingin mendengar langsung dari para pedagang bagaimana kondisi perdagangan yang sebenarnya di lapangan untu kesejahteraan seluruh pedagang kedepannya” ujarnya.
Bagi pedagang, kehadiran pejabat pemerintah di tengah aktivitas mereka juga membuka kesempatan untuk menyampaikan keluhan secara lebih spontan. Tidak sedikit persoalan usaha mikro dan perdagangan tradisional yang baru terlihat ketika pemerintah turun langsung ke lokasi. (hna)