logo ppid jember kim
Oleh : Badan Penanggulangan Bencana Daerah

BPBD Dampingi DPRKPLH Salurkan 5.000 Liter Air Bersih untuk 40 KK Terdampak Kekeringan di Tegal Gede Jember

  • 04 November 2026
  • Dibaca 94 Kali
Bagikan Via:
bpbd-dampingi-dprkplh-salurkan-5000-liter-air-bersih-untuk-40-kk-terdampak-kekeringan-di-tegal-gede-jember-20261104

BPBD Dampingi DPRKPLH Salurkan 5.000 Liter Air Bersih untuk 40 KK Terdampak Kekeringan di Tegal Gede Jember

JEMBER, 4 November 2026 – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember melalui Tim Reaksi Cepat (TRC) kembali melakukan pendampingan distribusi air bersih untuk warga terdampak bencana kekeringan. Kali ini, pendampingan dilakukan dalam penyaluran air bersih bersama Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Kabupaten Jember di Kelurahan Tegal Gede, Kecamatan Sumbersari, Rabu (4/11/2026).

Sebanyak 5.000 liter air bersih disalurkan ke tandon milik warga di RT 04/RW 07 Kelurahan Tegal Gede. Bantuan tersebut diperuntukkan bagi 40 kepala keluarga (KK) yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih akibat kondisi kekeringan.

Tim Reaksi Cepat BPBD Jember tidak hanya melakukan pendampingan selama proses distribusi, tetapi juga berkoordinasi dengan perangkat lingkungan dan warga untuk memastikan air bersih dapat diterima dan dimanfaatkan masyarakat secara tertib.

Qoidul Umam, Tim Reaksi Cepat BPBD Kabupaten Jember, mengatakan pendampingan dilakukan sebagai bagian dari upaya penanganan dampak kekeringan sekaligus memastikan proses distribusi air bersih berjalan aman dan tepat sasaran.

“TRC BPBD melakukan pendampingan terhadap DPRKPLH dalam distribusi air bersih sebanyak 5.000 liter ke tandon yang telah disediakan warga. Kami juga melakukan koordinasi dengan lingkungan setempat serta memberikan edukasi kebencanaan kepada masyarakat,” kata Qoidul.

Menurut dia, kekeringan di wilayah tersebut telah berlangsung selama beberapa bulan. Sejak Juli 2026, sejumlah sumur warga mulai mengalami kekeringan dengan kedalaman sekitar 8 hingga 10 meter.

Kondisi tersebut membuat warga harus mencari sumber air alternatif. Sementara itu, sumber mata air terdekat berjarak sekitar satu kilometer dari permukiman sehingga menyulitkan warga untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari.

Untuk membantu penanganan, warga telah menyediakan satu unit tandon berkapasitas 5.000 liter milik Ketua RT sebagai tempat penampungan air bersih. Keberadaan tandon tersebut memudahkan proses distribusi sekaligus pemanfaatan air oleh warga.

Kegiatan distribusi air bersih ini merupakan penyaluran ke-36 dalam penanganan bencana kekeringan di Kabupaten Jember. Pelaksanaan kegiatan mengacu pada Surat Keputusan Bupati Jember Nomor 100.3.3.2/206/1.12/2026 tentang Status Siaga Darurat Bencana Kekeringan, Kebakaran Hutan dan Lahan Kabupaten Jember Tahun 2026.

Selain itu, distribusi dilakukan berdasarkan surat Kelurahan Tegal Gede Nomor 000.2.3.2/126/35.09.03.2005/2026 tentang permohonan bantuan distribusi air bersih.

Qoidul menambahkan, BPBD merekomendasikan distribusi air bersih sebanyak 5.000 liter dilakukan setiap dua hari sekali selama kebutuhan warga masih berlangsung.

“Rekomendasinya distribusi air bersih dilakukan secara berkala, yakni 5.000 liter setiap dua hari sekali. Kami juga meneruskan kebutuhan penanganan kepada dinas terkait untuk penanganan lebih lanjut,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, BPBD bersama DPRKPLH, RT/RW dan warga memastikan proses distribusi berlangsung kondusif. Tidak terdapat kendala selama pelaksanaan kegiatan.

BPBD juga mengingatkan masyarakat agar menggunakan air bantuan secara bijak serta meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kekeringan. Pendampingan lapangan akan terus dilakukan untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak dapat tertangani selama status siaga darurat kekeringan berlangsung.(tgh)

Galeri Foto