BPBD Dampingi PDAM Salurkan 5.000 Liter Air Bersih untuk 117 KK Terdampak Kekeringan di Tempurejo
- 01 November 2026
- Dibaca 133 Kali
Bagikan Via:
BPBD Dampingi PDAM Salurkan 5.000 Liter Air Bersih untuk 117 KK Terdampak Kekeringan di Tempurejo
JEMBER, 01 NOVEMBER 2026 — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember mendampingi Perumdam Tirta Pandalungan dalam distribusi air bersih bagi warga terdampak kekeringan di Dusun Sumberjo, Desa Pondokrejo, Kecamatan Tempurejo, Kabupaten Jember, Jawa Timur.
Distribusi air bersih tersebut merupakan penyaluran ke-9 sebagai bagian dari upaya pemenuhan kebutuhan dasar warga selama bencana kekeringan. Sebanyak 5.000 liter air bersih disalurkan dan ditempatkan pada tandon yang telah tersedia di lokasi.
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Jember melakukan pendampingan terhadap proses distribusi pada Sabtu, 31 Oktober 2026. Petugas BPBD tiba di lokasi setelah bergerak sejak pukul 14.00 WIB untuk melakukan koordinasi dengan perangkat desa, Perumdam Tirta Pandalungan, serta unsur masyarakat.
TRC BPBD Jember, Zaenudin Permana, mengatakan pendampingan dilakukan untuk memastikan distribusi air bersih berjalan tertib dan kebutuhan warga terdampak dapat terpenuhi.
“BPBD melakukan pendampingan distribusi air bersih bersama PDAM sebanyak 5.000 liter ke tandon yang tersedia untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak kekeringan,” kata Zaenudin.
Berdasarkan pendataan di lapangan, terdapat 117 kepala keluarga (KK) yang terdampak kekeringan di Dusun Sumberjo. Rinciannya, 45 KK berada di RT 02/RW 05, 50 KK di RT 03/RW 05, dan 22 KK di RT 03/RW 04.
Zaenudin menjelaskan, selain mendampingi penyaluran air, petugas BPBD juga melakukan koordinasi dan edukasi kebencanaan kepada masyarakat. Kegiatan tersebut melibatkan perangkat desa, RT/RW, warga, serta Perumdam Tirta Pandalungan.
“Selama kegiatan berlangsung, kondisi aman dan terkendali. Distribusi air juga berjalan kondusif tanpa kendala,” ujarnya.
BPBD Jember merekomendasikan agar distribusi air bersih dilakukan secara berkala untuk menjaga ketersediaan air bagi warga. Distribusi dengan tangki berkapasitas 5.000 liter disarankan dilakukan setiap empat hari sekali selama kondisi kekeringan masih berlangsung.
Selain bantuan air bersih, BPBD juga merekomendasikan pembangunan sumur bor sebagai solusi jangka panjang untuk memenuhi kebutuhan air warga. Penanganan lanjutan juga akan diteruskan kepada perangkat daerah terkait agar kebutuhan masyarakat dapat ditangani secara lebih berkelanjutan.
“Untuk penanganan selanjutnya, kami merekomendasikan distribusi air secara berkala dan pembangunan sumur bor. Hal ini perlu dikoordinasikan dengan dinas terkait,” kata Zaenudin.
Permohonan bantuan air bersih tersebut sebelumnya disampaikan Pemerintah Desa Pondokrejo melalui surat Nomor 452/652/35.09.18.2004/2026. Pendampingan BPBD bersama Perumdam Tirta Pandalungan menjadi bagian dari respons terhadap dampak kekeringan sekaligus memastikan bantuan air dapat diterima masyarakat yang membutuhkan. (tgh)